Dalam kegiatan kontrak, dikenal istilah pre-contract dan post-contract.

Pre-contract adalah kegiatan sebelum perjanjian kontrak ditandatangani.

Bagi para
commercial engineer, kegiatan pre-contract meliputi pekerjaan estimasi, menentukan
jenis dan stategi kontrak, menyusun draft kontrak dan melakukan tender untuk
mendapatkan penawaran terbaik.

Sedangkan kegiatan post-contract adalah mengelola kontrak selama pelaksanaan kerja,
yang umum dikenal sebagai administrasi kontrak.

Dalam kegiatan kontrak, dikenal istilah pre-contract dan post-contract.

Pre-contract adalah kegiatan sebelum perjanjian kontrak ditandatangani.

Bagi para
commercial engineer, kegiatan pre-contract meliputi pekerjaan estimasi, menentukan
jenis dan stategi kontrak, menyusun draft kontrak dan melakukan tender untuk
mendapatkan penawaran terbaik.

Sedangkan kegiatan post-contract adalah mengelola kontrak selama pelaksanaan kerja,
yang umum dikenal sebagai administrasi kontrak.

Administrasi kontrak bertujuan untuk memastikan bahwa pihak-pihak yang terkait dalam
kontrak memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian.

Walaupun tampaknya sederhana
(tinggal menerapkan apa yang telah disepakati) tapi dalam kenyataannya mengadministrasi
kontrak tidak selalu mudah.

Dalam beberapa kasus, perjanjian kontrak harus
berakhir di arbitrasi atau di pengadilan karena terjadi perselisihan yang tidak dapat
diselesaikan.

Salah satu masalah utama dalam administrasi kontrak adalah menangani perubahan
lingkup kerja / scope change.

Dalam kontrak, umumnya sudah ada prosedur untuk
menangani kompensasi terhadap pekerjaan tambah dan pekerjaan kurang.

Tapi sering
terjadi perbedaan pendapat antara Client – Kontraktor dalam mengenali suatu perubahan.
Potensi masalah bisa timbul dari scope of work yang tidak terdefinisi dengan baik, bahasa
kontrak yang ambiguous, perbedaan interpretasi kontrak, dsb.

Perubahan Lingkup Kerja

Perubahan lingkup kerja adalah hal yang umum terjadi dalam suatu proyek.

Untuk selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: