Select Page

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia bulan November 2006 ini membahas tentang system managemen di warehouse.

Tanya :

Rasyid Reda

dear rekan2 millis…

Saya mau nanya mana tau ada rekan2 yang berpengalaman dalam system managemen di warehouse.

1.gimana cara proses in out material yang bagus.

2.gimana sytem receiving material yang bagus.

3.gimana stock opname dan inventory yang bagus.

4.apakah oracle system dalam warehouse perlu dan
apa keuntungan dan kerugiannya…

hanya itu dulu rekan2 tolong dibantu ya rekan2.

Jawaban dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia:

Agathon.Pularsono@ikpt.com

Dear Reda,

Dari pengalaman dan berbagai sumber, saya coba infokan :

1. Proses in – out material yang baik, sebaiknya memperhatikan :/p>

. Lay out warehouse

. Racking system

. Jika memungkinkan penggunaan barcode system untuk memudahkan pengambilan dan penerimaan material, serta penginputan data saat stock opname.

. Software yang digunakan / WMS (warehouse management system)

2. Receiving material setidaknya didasarkan kepada PO document, Shipping doc, inspeksi material (damage, overage, shortage, non-conformance), quarantine area untuk material yang rusak, adanya material receiving report untuk dikoordinasikan dengan entry data.

3. Secara garis besar fungsi dari Inventory Control adalah sebagai suatu sistem pengendalian persediaan material didalam suatu perusahaan dan yg terpenting adalah tidak terjadi kelebihan stok yang tidak bisa dipakai akibat rusak atau sudah kadaluarsa,

Dan prinsip inventory yang harus diperhatikan adalah terhadap :

. APA yg dikendalikan?

. BERAPA BANYAK yg harus dipesan?

. KAPAN harus memesan ulang?

Inventory dapat dilakukan berdasarkan model, product type, individual cases or pallets, product class, quality status, lot number, FIFO, country of origin, dll.

Stock-opname dapat dilakukan setiap 1bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun dan memerlukan beberpa persiapan yg baik diantaranya :

a. Stock Opname Team

b. Adanya Team khusus untuk entry data secara cepat, sehingga jika terjadi selisih dapat segera diketahui penyebabnya

c. Identifikasi lokasi barang.

d. Identifikasi setiap item barang yang harus dihitung, dimana setiap anggota mempunyai pegangan daftar material yg hrs dihitung.

e. Team stock-opname melakukan penghitungan secara urut dengan azas lokasi. Jangan melakukan gerakan ping-pong/zig zag.

f. Beri tanda kepada barang yg sudah dihitung

g. Usahakan laporan stock-opname bisa selesai diakhir hari kerja dan disetujui semua fihak.

4. Untuk sistem oracle, maaf ditempat kami tidak menggunakan ini.

Demikian semoga hal ini bisa sedikit membantu, mungkin ada rekan lain ada yg bisa koreksi atau menambahkan.

Jawaban dari rekan-rekan lainnya dapat dilihat dalam file berikut :,/p>

Share This