Select Page

BPH Migas hanya mengatur aturan main tentang penetapan harga gas untuk Rumah Tangga dan Industri kecil, serta gas yang dialirkan melalui pipeline.

Tanya:

Dirman Artib

Rekan-rekan,

Jika ada project untuk medesign dan membangun plant untuk me ‘CNG’ kan ‘LNG’, itu regulatory body nya BP Migas (hulu) atau BPH (hilir) ya ????

Mohon pencerahan, terutama dari rekan-rekan BP Migas dan BPH (gak perlu pak Kuswo lah yg turun tangan 🙂 )

Apakah sudah ada rencana me-‘CNG kan gas alam kita supaya muat lebih bayak dan efisien sekali angkut, gitu.

Berikut jawaban dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia lainnya:

antonwitono

Pak Dirman Art.,

BPH Migas hanya mengatur aturan main tentang penetapan harga gas untuk Rumah Tangga dan Industri kecil, serta gas yang dialirkan melalui pipeline.

Artinya sama dengan LNG, CNG kemungkinan besar juga diatur oleh BPMIGAS, karena dianggap sebagai proses lanjutan dari aktivitas di hulu.

Kalau tidak salah, tentang LNG ini dulunya juga sempat jadi perdebatan apakah masuk ke hulu atau hilir. Masuk ke hulu dengan pertimbangan bahwa pencairan gas bumi dianggap satu tahapan proses pengolahan dari eksploitas gas bumi, tapi juga bisa dianggap masuk ke sektor hilir karena LNG sebenarnya adalah proses transportasi gas bumi. Namun rasanya perdebatan ini sudah diakhiri dengan dimasukkannya LNG ke sektor hulu.

Untuk Land CNG/ CNG di darat rasanya sudah mulai diaplikasikan oleh untuk kepentingan Busway Transjakarta, lupa pelaksananya PGN atau PERTAMINA. Untuk CNG Marine, di worldwide baru 1 project yang akan dilaksanakan di Kanada. Namun untuk level Studi Kelayakan sudah banyak sekali yang melakukan, termasuk PERTAMINA dan PGN.

Mohon koreksi kalau saya keliru.

Pembahasan selengkapnya diskusi bulan Desember 2006 ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This