Select Page

Ada satu lagi di hysys dynamic, sering kali material ballance ngelantur, kalau di separator, seringkali jika tidak dijaga dengan benar liquid nya dapat ke vapor dan vapor nya bisa ke liquid. jadi mesti teliti, sering sampling dan bikin hitungan sendiri untuk validate hasilnya.

roeddy setiawan

Ada satu lagi di hysys dynamic, sering kali material ballance ngelantur, say kalau di separator, seringkali kalu tidak dijaga dengan benar liquid nya bisa ke vapor dan vapor nya bisa ke liquid. jadi mesti teliti, sering sering sampling dan bikin hitungan sendiri untuk validate hasilnya. kalau pak Tri punya resep please share.

Tri P. Adhi

dear Pak Roeddy,

Berikut saya sampaikan tanggapan awal saya mengenai pernyataan anda dalam komunikasi yang lalu:

‘Ada satu lagi di hysys dynamic, sering kali material ballance ngelantur, say kalau di separator, seringkali kalu tidak dijaga dengan benar liquid nya bisa ke vapor dan vapor nya bisa ke liquid. jadi mesti teliti, sering sering sampling dan bikin hitungan sendiri untuk validate hasilnya. kalau pak Tri punya resep please share.’

Secara keilmuan, topiknya menarik dan bisa luas sekali. Untuk itu, kali ini judulnya saya ganti dengan Separator dynamic supaya bahasannya lebih terbatasi dulu dan ijinkan pula komunikasi ini untuk diforward juga ke milis tetangga (Migas Indonesia).

Terus terang, saya tidak paham betul pada kasus seperti apa yang dimaksud mass balance Hysys dynamic bisa jadi ngelantur (dengan konotasi negatif alias invalid mass balance) seperti yang disampaikan Pak Roeddy. Saya bisa saja berandai ttg apa yang dimaksudkan (bisa banyak kemungkinannya), tetapi mohon pada komunikasi berikutnya Pak Roeddy bisa perjelas dengan contoh kasus yang lebih spesifik.

Kali ini saya ingin sampaikan bahasan mengenai kondisi terjadinya sebagian liquid bisa terbawa ke vapor atau sebaliknya sebagian gas bisa terbawa ke liquid ketika kita lakukan simulasi dinamik peristiwa pemisahan uap-cair menggunakan separator dua fasa. Agar bisa dicoba oleh peminat lainnya, saya akan deskripsikan kasusnya agak lebih rinci dalam butir-butir berikut:

a). Sistem hipotetik campuran biner C3-nC10 dengan pp Peng Robinson.

b). Aliran umpan FEED memiliki spesifikasi fraksi mol C3 50%, tekanan 5 bar dan temp = 141.5 C shg memiliki vapor fraction VF = 0.5. Anggap laju alir molar total = 10 kmol/hr sehingga umpan ini mengandung separuhnya fasa cair (5.0 kmol/hr) dan sisanya berupa fasa uap (5.0 kmol/hr).

c). Aliran FEED tersebut kita umpankan ke separator dua fasa,…………………..

Pembahasan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia bulan November 2006 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This