Terdapat perbedaan pandangan di masyarakat mengenai cara mengangkut gas bumi dari Kalimantan Timur ke Jawa Tengah meskipun pemerintah (BPH Migas) telah menetapkan pemenang lelang Hak Khusus Pembangunan dan Pengoperasian Pipa Transmisi Gas Bumi Kaltim-Jateng, 17 Juni 2006.

Oleh:Hanan Nugroho

Terdapat perbedaan pandangan di masyarakat mengenai cara mengangkut gas bumi dari Kalimantan Timur ke Jawa Tengah meskipun pemerintah (BPH Migas) telah menetapkan pemenang lelang Hak Khusus Pembangunan dan Pengoperasian Pipa Transmisi Gas Bumi Kaltim-Jateng, 17 Juni 2006.

Sebelumnya, 1 Maret 2006, telah diumumkan pula pemenang Hak Khusus untuk Transmisi Cirebon-Semarang, yakni PT Rekayasa Industri dan Transmisi Semarang-Gresik bagi PT Pertamina. Beda pendapat bahkan debat mengenai suatu pilihan teknologi, termasuk angkutan gas bumi, merupakan proses yang sehat dan baik untuk pendidikan publik, apalagi bila hal itu menyangkut kepentingan orang banyak. Apakah pengangkutan gas bumi akan dilakukan melalui pipa atau dengan mengembangkan angkutan LNG (liquefied natural gas) bukanlah sebuah keputusan – yang dalam jangka menengah – harus terus memenangkan salah satu. Sistem penyediaan gas bumi yang berkembang pesat belakangan di Eropa dan Amerika Serikat memandang kedua cara pengangkutan itu saling melengkapi.

Dasarnya adalah pola permintaan gas bumi yang akan terjadi. Kemudian, bagaimana membentuk urutan yang ekonomis dari alternatif pengangkutan yang akan dilakukan.

Selengkapnya: