Select Page

Furfural merupakan senyawa kimia yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis dan dehidrasi pentosa dengan bantuan katalis asam. Pentosa dari senyawa hemiselulosa, banyak terkandung didalam biomasssa, salah satunya ampas tebu.

Oleh : Anondho Wijanarko1, Johanes Anton Witono2, Made Satria Wiguna3

Furfural merupakan senyawa kimia yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis dan dehidrasi pentosa dengan bantuan katalis asam.

Pentosa dari senyawa hemiselulosa, banyak terkandung didalam biomasssa, salah satunya ampas tebu.

Furfural memiliki aplikasi yang luas dalam berbagai industri, seperti pengolahan minyak bumi, pembuatan nilon, pelapisan, farmasi, dan serat sintetik.

Berdasarkan analisa pasar dalam negeri, maka didapatkan kapasitas pabrik furfural yang akan dibangun sebesar 510 ton/tahun.

Pabrik ini direncanakan akan dibangun di Kawasan Industri Gresik (KIG), dengan total lahan yang dibutuhkan seluas 101×72 m2.

Mode operasi proses menggunakan kombinasi proses batch dan kontinyu.

Reaksi utama berlangsung dalam reaktor berpengaduk selama 3 jam pada suhu 128oC dan tekanan 3 atm.

Kinerja proses pabrik furfural ini ditunjukkan melalui efisiensi energi
sebesar 93,7% dan efisiensi karbon sebesar 83,7%.

Dari hasil perhitungan ekonomi, untuk mendirikan pabrik furfural ini, total investasi kurang lebih sebesar US$ 4,7 juta dengan biaya manufaktur sebesar US$ 1,1 juta.

Nilai Net Present Value (NPV) kurang lebih sebesar US$ 3,3 juta, tingkat pengembalian internal/ internal rate of return (IRR) sebesar 12,3%, dengan waktu pengembalian kurang lebih selama 3 tahun 9 bulan.

Perubahan yang paling sensitif terhadap kelayakan pabrik ini adalah kapasitas terpasang pabrik, dimana kapasitasnya tidak boleh kurang dari 463 ton/tahun.

Share This