Select Page

Philiphina, yang mengimpor hampir semua kebutuhan tiap tahunnya dengan paling sedikit 115 juta barel per hari, mengharapkan pengeboran minyak secara besar-besaran dari tahun ini sampai tahun 2009, kata Sekretaris Energi Raphael Lotilla, kemarin.

Philiphina, yang mengimpor hampir semua kebutuhan tiap tahunnya dengan paling sedikit 115 juta barel per hari, mengharapkan pengeboran minyak secara besar-besaran dari tahun ini sampai tahun 2009, kata Sekretaris Energi Raphael Lotilla, kemarin.

Minggu lalu, dua group Australia secara terpisah mengatakan mereka akan memulai produksi di lahan minyak Philiphina pada quarter keempat dan awal tahun ini, lebih dari dua kali lipat produksi tiap hari dari 23,000-25,000 barel per hari akhir-akhir ini.

“Tahun 2007 akan menjadi tahun yang sibuk sepanjang perkembangan dan eksplorasi gas memprihatinkan,” kata Lotilla pada reporter. ”Akan ada sejumlah pengeboran yang akan terjadi karena pencabutan jaminan cadangan yang telah ditutup pada tahun 70 dan 80-an yang ketika itu tidak dapat dikomersilkan dan pada saat ini sudah dapat dikomersilkan,” tambahnya.

Dalam penyelidikan Philipina telah mencuri perhatian para pemburu minyak selama lebih dari beberapa tahun yang lalu karena kenaikan harga energi.

Departemen Energi mengatakan diharapkan perusahaan lokal dan asing untuk mengebor 8-10 sumur pada tahun ini, 16 sampai 26 sumur pada tahun 2008 dan 19 sampai 28 sumur pada tahun 2009.

Lotilla mengatakan enam group, termasuk operator Galoc field, pesisir barat archipelago, dijadwalkan untuk mengadakan pengeboran minyak di negaranya pada tahun ini.

Minggu lalu, eksekutif dengan Australia’s Nido Petroleum mengatakan Galoc oilfield akan memulai produksi 17,500 barel per hari pada quarter keempat tahun ini.

Produksi baru dari Galoc field, dilokasikan di blok C pesisir barat laut Palawan basin, akan meningkatkan produksi minyak Philiphina kira-kira 70 per cent sampai 42,500 bpd.

Disamping Nido Petroleum, perusahaan lain yang telah mempunyai tempat di Galoc field adalah Australia’s Cape Energy, Britain’s Team Oil/ Granby Oil & Gas dan Vitol yang berbasis di London.

Sumber: www.gulfnews.com

Share This