Select Page

Kapan kita menggunakan perhitungan squareroot dalam aplikasi sebuah flowmeter. Apakah semua jenis DP transmitter harus menggunakan sqrt dalam transmitter ataupun control /PLC/DCS. Bagaimana dengan flowmeter jenis annubar atau pitot tube. Karena beberapa diantaranya sudah bisa menyajikan pembacaan dalam mass flow.

Berikut adalah jawaban dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Januari 2007:

Tanya:

Andi Kurniawan ,/p>

Dear Rekans,

Saya adalah graduate engineer yang baru memasuki dunia kerja.
Saya mau bertanya mengenai penggunaan squareroot dalam flowmeter.
Kapan kita menggunakan perhitungan squareroot dalam aplikasi sebuah flowmeter. Apakah semua jenis DP transmitter harus menggunakan sqrt dalam transmitter ataupun control /PLC/DCS. Bagaimana dengan flowmeter jenis annubar atau pitot tube. Karena beberapa diantaranya sudah bisa menyajikan pembacaan dalam mass flow.
Mohon bantuan dan pencerahannya. Seandainya ada literature atau dokumen yang mendukung penjelasan ini, mohon juga dishare ke saya

Terimakasih atas bantuannya

Jawaban dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia:

firmansyah

salam kenal, kang Andi. saya juga graduate engineer.

sepengetahuan saya squaruroot dipergunakan dalam perhitungan aliran fluida pd flowmeter yang mempergunakan prinsip deferensial pressure (perbedaan tekanan terjadi karena adanya hambatan yanng sengaja diberikan pada aliran) flowmeter diffrential pressure berdasarkan persamaan bernoulli, dimana pada persamaan ini, pressure drop yang dijadikan sinyal merupakan fungsi kuadrat dari kecepatan alir fluida.(untuk jelasnya bisa dilihat pada buku2 mekanika fluida).
jenis-jenis flowmeter beragam tergantung dari jenis sensor. seperti magnetik flowmeter yang memanfaatkan sifat konduktivitas fluida, coriollis flowmeter yang memanfaatkan prinsip coriollis, vorteks flowmeter, ultrasonik flowmeter dan kawan-kawannya. tidak semua flowmeter tersebut mempergunakan square root dalam perhitungannya, tergantung dari jensi flowmeter yang digunakan, untuk dp transmitter tentu saja harus menggunakan sqrt, karena yang disensornya adlaah differential pressure. pitot dan annubar juga menggunakan prinsip DP.
berbagai macam jenis flowmeter sudah bisa menyajikan dalam bentuk mass flow, biasanya flowmeter tipe ini sudah dilengkapi dengan sensor temperatur (RTD atau Termokopel), sensor yang diterima oleh transmitter tetap merupakan sinyal yang menyatakan laju volumetrik, untuk mendapatkan nilai mass flow maka nilai volumetrik tersebut dikalkulasi lagi (m = volum *density ). nilai density tergantung dari temperatur, oleh karena itu harus dikalkulasi juga temperaturnya.
mungkin ada om-om sama akang-akang lain yg lebih pengalaman bisa share lebih lanjut.

Selengkapnya:

Share This