Select Page

Applikasi Finite Element Method / Analysis untuk design Pressure Vessel memang dimungkinkan dan diperbolehkan sesuai code ASME Div.2.
Namun dalam sebuah ‘perjalanan’ design bejana tekan, tentunya kita juga harus memperhatikan requirement-requirement dari project tersebut. Dan ketentuan untuk ‘berkiblat’ kepada sebuah code standard tertentu (ASME, BS….etc) pasti juga disyaratkan.

‘Efendy Juntak’

selamat soree semua nya..

saya mau minta tolong kepada semua rekan- milist,tentang cara penghitungan Pressure vessel dan design nya.

ada ngga program yang dapat membantu dalam penghitungan kekuatan plat yang akan digunakan?

terimakasih,

Suharto

Dear All,

Untuk vessel dengan tekanan tinggi yang memerlukan shell sangat tebal , ASME Sec VIII Div.2 membolehkan penggunaan Finite Element Method / Analysis.

Saya jarang sekali menjumpai Vessel Engineer yang mahir menggunakan Finite Element Method / Analysis.

Barangkali kalau ada pihak yang bersedia mengadakan kursus Finite Element Method / Analysis khusus untuk aplikasi pressure vessel akan sangat membantu mereka.

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia bulan Januari 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

———————————————————————————————————————

Rangkuman Diskusi-ELEC-Januari 2007-02-16

Rangkuman Diskusi
mohon pencerahan ttg solar panel

Berbicara mengenai rumah perorangan, tergantung berapa keperluan daya dan keperluan energinya. Ketika PLTS diresmikan, ada yang hanya terdiri dari satu modul berkapasitas 35 Wattpeak. Satu hari hanya memperoleh sekitar 120 Wh saja. Kemudian ada yang memakai dua, tiga atau empat modul yang masing-masingnya 50 Wp, sehingga dapat mencapai 800 Wh satu hari. Ketika Telkom memasang untuk kebutuhannya, dapat mencapai 7 kWp. Pemasangan di Mekarjaya, Lombok, mencapai 70 kWp. Malah di USA dan Spanyol sampai satu Megawatt.

—————————————–

Irfan

dear Bapak/Ibu,

beberapa tahun terakhir ini, kami mulai menggunakan solar panel sebagai energi alternatif yg di combine dengan genset, sebelumnya kami hanya menggunakan full genset tapi mengingat bahan bakar solarnya cukup mahal serta pendistribusian ke site-nya cukup memakan waktu lama maka kami mencoba menggunakan solar panel hybrid dgn genset. selain solar panel+genset kami juga menggunakan baterai (gel type)sebagai backup powernya. Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa pada penggunaan solar panel biasanya menggunakan dummy load untuk menghindari overcharge pada baterai sedangkan pengalaman kami menggunakan full genset (plus rectifier), kami tidak perlu menggunakan dummy load meskipun baterainya sudah penuh di charge.

Aman Mostavan mostavan@tf.itb.ac.id

Dengan hormat,

Mohon maaf, bila jawaban ini bukan dari seorang pakar.
Saya yakin sudah diketahui, bahwa pembangkit listrik dari solar panel mempunyai batas tegangan (listrik) atas yang disebut tegangan rangkaian terbuka (Open circuit voltage).
Arus listrik (atas) juga dibatasi oleh arus hubung singkat (Short circuit current).

Berikut Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia bulan Januari 2007 selengkapnya:

Share This