Berikut beberapa item checklist untuk internal audit di site khusus welding dan NDT, karena 2 pekerjaan ini jamak dilakukan dalam project.

Tanya – Hugi Rahardjo

Dear Millister.

Sehubungan saat ini saya sedang membuat and mengembangkan checklist untuk internal audit. Mohon masukan dari rekan-rekan tentang poin-poin apa saja yang diperlukan dan bisa diimplementasikan untuk audit internal.

Tahapan-tahapan yang saya perlukan yaitu saat fase awal kontruksi sampai dengan berakhirnya proyek tersebut ato sampai fase commissioning/Closure.

Lebih spesifiknya yang diperlukan yaitu hanya untuk aktivitas kontruksi saja tidak termasuk procurement.

Mohon pencerahannya dari rekan-rekan dan terima kasih atas sharing knowledge-nya.

Tanggapan 1 – Hasanuddin

Pak Hugi,

Saya coba share beberapa item checklist untuk internal audit di site khusus welding dan NDT, karena 2 pekerjaan ini jamak dilakukan di project.

1. Welding department

– check status dan revisi document (wps, drawing dan procedure) untuk memastikan bahwa document superseded tidak dipake untuk referensi. Seyogyanya, semua dokumen yang dipakai untuk referensi berstatus approved for construction.

– Check apakah document2 yang dipake untuk referensi (document2 tsb diatas berikut client spec, codes/standard, dsb) accessible untuk yang berkepentingan dan atau sudah terdistribusi dengan benar

– check validitas data2 sertifikasi/kalibrasi (personel, equipment, instrument, consumables, dll)

– check data material receiving, handling dan storage-nya.

Secara random pastikan bahwa semuanya sudah berjalan dengan benar

– Check apakah approved wps sudah ter-display di welding station?

– Check apakah measurement device (welding gage, thermometer, dsb) sudah tersedia dan terkalibrasi (valid)

– Check apakah semua welder sudah qualified (tersertifikasi)?

– Check apakah proses2 (fit-up, welding, NDT, coating, dsb) berjalan under control dan parameter-nya sesuai dengan spec?

– Check apakah (sekedar contoh aja) welder melakukan pengelasan sesuai dengan kualifikasi-nya, terutama untuk pekerjaan2 repair?

– Check apakah traceability-nya (record ttg coding, heat number material, welder stamp, applicable wps, dat fit-up/parameter/check, defects, repair dsb) sudah terdokumentasi dengan baik?

– Check kompilasi QC record-nya (traceable, lengkap dan sesuai dg ITP) sebagai bahan utama penyusunan master dossier nantinya.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: