Cara paling akurat untuk mengetahui berapa kandungan Cl dalam air formasi adalah bila sudah ada sumur yg berproduksi, ambil sample air yg dipisahkan dari hidrokarbon di gathering station & kirim ke lab. Air ini adalah air formasi & dari lab dapat diketahui berbagai propertinya.

Tanya – jabung.lab@petrochina.co.id

mohon informasi dari rekan2 milis migas, berapa standar chloride content (ppm) dari water yang berasal dari sumur yang baru selesai di bor (new well). Sehingga kita dapat memastikan apakah water yg kita peroleh itu adalah formation water atau masih terpengaruh oleh drilling chemical.

Tanggapan 1 – Doddy Samperuru

Dear Pak Satya,

orang Completions umumnya memakai brine (‘air garam’) sebagai Completion Fluids. Brine ini umumnya berkonsentrasi 2-4% by-weight Chloride (KCl, NH4Cl, CaCl2 atau NaCl). Range 2-4% ini diyakini sama kandungan ionnya dgn fluida formasi secara umum. Reservoir yg terletak di daerah formasi Salt membutuhkan kadar yg lebih tinggi, sementara di area Water Flood bisa lebih rendah. Saya kurang tahu pasti di Jabung.

Cara paling akurat untuk mengetahui berapa kandungan Cl dalam air formasi adalah sbb: kalau sudah ada sumur yg berproduksi, ambil sample air yg dipisahkan dari hidrokarbon di gathering station & kirim ke lab. Air ini adalah air formasi & dari lab dapat diketahui berbagai propertinya.

Cara lain: cari info dari orang Completion berapa kadar brine yg umum digunakan di field. Dari situ dgn rumus konversi umum kadar Cl dapat diketahui. Sbg contoh (pada suhu 60oF), brine NaCl 3% mempunyai densitas 8.48ppg (pounds per gallon US) atau 1.016e+006ppm (part per million). Ini setara dgn 616712ppm Cl. Lainnya, CaCl2 3% –> 8.6ppg atau 1.03038e+006ppm. Kandungan Cl adalah 659443ppm.

Tanggapan lainnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: