Select Page

Pada prinsipnya semua HE Equipment, teknik perhitungannya Heat Transfer-nya sama, yaitu : Q = Ud . A. T lmtd. Cuman yang sedikit membedakan adalah teknik perhitungan untuk pressure drop saja karena ini berkaitan dengan fluid mover-nya (pompa atau kompressor). Kemudian yang terpenting lagi kebanyakan HE ini dioperasikan untuk proses-proses pendinginan ketimbang pemanasan, karena memang PHE ini tidak expandable. Tidak seperti pada U-Bend pada Shell & Tube Heat Exchanger. Biasanya Nre-nya untuk HE ini antara 1500 -10,000 (tetap turbulen sih…). Beda dengan Shell & Tube.

Tanya – Ashari

Mohon pencerahannya untuk design Plate Heat Exchanger (PHE)

1. Standard design yang direkomendasikan ( misal TEMA untuk Tubular HE)

2. Working pressure recomended for Gasketed PHE & Welded PHE.

3. Faktor dalam penentuan dimensi plate PHE (Heat sudah diketahui)

4. Advantages & disadvantages antara Welded PHE dengan shell Tube HE untuk working pressure diatas 300 psi. ( Asumsi material sama, space & installation requirement no problem)

Lebih sering kita jumpai dalam design PHE menggunakan Manufacturer’s Standard.

Tanggapan 1 – Imam Mahmudi

P.Ashari

Saya coba untuk memberi sedikit jawaban:

1. Standard design yang direkomendasikan ( misal TEMA untuk Tubular HE)

2. Working pressure recomended for Gasketed PHE & Welded PHE.

– Untuk gasket working pressure: vakum to 25 bar

– Untuk welded PHE ( module ): vakum to 32 bar

3. Faktor dalam penentuan dimensi plate PHE (Heat sudah diketahui) Faktor penentu selain heat:

– Media ( media pendingin & media yang didinginkan )

– Inlet dan outlet temperature ( minimum & maximum )

– Flow rate

– Max operation pressure,etc

Biasanya vendor atau factory design punya softwere program,untuk menentukan dimensi plate of PHE.

4. Advantages & disadvantages antara Welded PHE dengan shell Tube HE untuk working pressure diatas 300 psi. ( Asumsi material sama, space & installation requirement no problem)
Advantage welded PHE( mungkin yang dimaksud PHE yang menggunakan laser weld plate ):

– Resiko kebocoran sangat kecil

– Pemeliharaan mudah,karena PHE mudah dibuka dan dibersihkan serta mudah dalam penggantian plate.

– Kefleksibelan PHE memudahkan penambahan kapasitas pada ukuran besar dengan penambahan plate.

– Kapasitas heat transfer yang tinggi,bentuk cetakan yang membentuk saluran-saluran sempit menyebabkan aliran turbulen tinggi yang menyebabkan koefisien heat transfer yang besar dan mempercepat pertukaran temperature.

– Pemasangan plate cepat dan mudah.

Lebih sering kita jumpai dalam design PHE menggunakan Manufacturer’s Standard.

Mungkin yang lain bisa mengoreksi dan menambahi,semoga bermanfaat

Tanggapan berikutnya dapat dilihat dalam file berikut:,/i>

———————————————————

Rangkuman Diskusi -LAB

Rangkuman Diskusi
chloride content

Cara paling akurat untuk mengetahui berapa kandungan Cl dalam air formasi adalah bila sudah ada sumur yg berproduksi, ambil sample air yg dipisahkan dari hidrokarbon di gathering station & kirim ke lab. Air ini adalah air formasi & dari lab dapat diketahui berbagai propertinya.

———————————————————————————

Tanya – jabung.lab@petrochina.co.id

mohon informasi dari rekan2 milis migas, berapa standar chloride content (ppm) dari water yang berasal dari sumur yang baru selesai di bor (new well). Sehingga kita dapat memastikan apakah water yg kita peroleh itu adalah formation water atau masih terpengaruh oleh drilling chemical.

Tanggapan 1 – Doddy Samperuru

Dear Pak Satya,

orang Completions umumnya memakai brine (‘air garam’) sebagai Completion Fluids. Brine ini umumnya berkonsentrasi 2-4% by-weight Chloride (KCl, NH4Cl, CaCl2 atau NaCl). Range 2-4% ini diyakini sama kandungan ionnya dgn fluida formasi secara umum. Reservoir yg terletak di daerah formasi Salt membutuhkan kadar yg lebih tinggi, sementara di area Water Flood bisa lebih rendah. Saya kurang tahu pasti di Jabung.

Cara paling akurat untuk mengetahui berapa kandungan Cl dalam air formasi adalah sbb: kalau sudah ada sumur yg berproduksi, ambil sample air yg dipisahkan dari hidrokarbon di gathering station & kirim ke lab. Air ini adalah air formasi & dari lab dapat diketahui berbagai propertinya.

Cara lain: cari info dari orang Completion berapa kadar brine yg umum digunakan di field. Dari situ dgn rumus konversi umum kadar Cl dapat diketahui. Sbg contoh (pada suhu 60oF), brine NaCl 3% mempunyai densitas 8.48ppg (pounds per gallon US) atau 1.016e+006ppm (part per million). Ini setara dgn 616712ppm Cl. Lainnya, CaCl2 3% –> 8.6ppg atau 1.03038e+006ppm. Kandungan Cl adalah 659443ppm.

Tanggapan lainnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut:

Tanya – Ashari

Mohon pencerahannya untuk design Plate Heat Exchanger (PHE)

1. Standard design yang direkomendasikan ( misal TEMA untuk Tubular HE)

2. Working pressure recomended for Gasketed PHE & Welded PHE.

3. Faktor dalam penentuan dimensi plate PHE (Heat sudah diketahui)

4. Advantages & disadvantages antara Welded PHE dengan shell Tube HE untuk working pressure diatas 300 psi. ( Asumsi material sama, space & installation requirement no problem)

Lebih sering kita jumpai dalam design PHE menggunakan Manufacturer’s Standard.

Tanggapan 1 – Imam Mahmudi

P.Ashari

Saya coba untuk memberi sedikit jawaban:

1. Standard design yang direkomendasikan ( misal TEMA untuk Tubular HE)

2. Working pressure recomended for Gasketed PHE & Welded PHE.

– Untuk gasket working pressure: vakum to 25 bar

– Untuk welded PHE ( module ): vakum to 32 bar

3. Faktor dalam penentuan dimensi plate PHE (Heat sudah diketahui) Faktor penentu selain heat:

– Media ( media pendingin & media yang didinginkan )

– Inlet dan outlet temperature ( minimum & maximum )

– Flow rate

– Max operation pressure,etc

Biasanya vendor atau factory design punya softwere program,untuk menentukan dimensi plate of PHE.

4. Advantages & disadvantages antara Welded PHE dengan shell Tube HE untuk working pressure diatas 300 psi. ( Asumsi material sama, space & installation requirement no problem)
Advantage welded PHE( mungkin yang dimaksud PHE yang menggunakan laser weld plate ):

– Resiko kebocoran sangat kecil

– Pemeliharaan mudah,karena PHE mudah dibuka dan dibersihkan serta mudah dalam penggantian plate.

– Kefleksibelan PHE memudahkan penambahan kapasitas pada ukuran besar dengan penambahan plate.

– Kapasitas heat transfer yang tinggi,bentuk cetakan yang membentuk saluran-saluran sempit menyebabkan aliran turbulen tinggi yang menyebabkan koefisien heat transfer yang besar dan mempercepat pertukaran temperature.

– Pemasangan plate cepat dan mudah.

Lebih sering kita jumpai dalam design PHE menggunakan Manufacturer’s Standard.

Mungkin yang lain bisa mengoreksi dan menambahi,semoga bermanfaat

Tanggapan berikutnya dapat dilihat dalam file berikut:,/i>

———————————————————

Rangkuman Diskusi -LAB

Rangkuman Diskusi
chloride content

Cara paling akurat untuk mengetahui berapa kandungan Cl dalam air formasi adalah bila sudah ada sumur yg berproduksi, ambil sample air yg dipisahkan dari hidrokarbon di gathering station & kirim ke lab. Air ini adalah air formasi & dari lab dapat diketahui berbagai propertinya.

———————————————————————————

Tanya – jabung.lab@petrochina.co.id

mohon informasi dari rekan2 milis migas, berapa standar chloride content (ppm) dari water yang berasal dari sumur yang baru selesai di bor (new well). Sehingga kita dapat memastikan apakah water yg kita peroleh itu adalah formation water atau masih terpengaruh oleh drilling chemical.

Tanggapan 1 – Doddy Samperuru

Dear Pak Satya,

orang Completions umumnya memakai brine (‘air garam’) sebagai Completion Fluids. Brine ini umumnya berkonsentrasi 2-4% by-weight Chloride (KCl, NH4Cl, CaCl2 atau NaCl). Range 2-4% ini diyakini sama kandungan ionnya dgn fluida formasi secara umum. Reservoir yg terletak di daerah formasi Salt membutuhkan kadar yg lebih tinggi, sementara di area Water Flood bisa lebih rendah. Saya kurang tahu pasti di Jabung.

Cara paling akurat untuk mengetahui berapa kandungan Cl dalam air formasi adalah sbb: kalau sudah ada sumur yg berproduksi, ambil sample air yg dipisahkan dari hidrokarbon di gathering station & kirim ke lab. Air ini adalah air formasi & dari lab dapat diketahui berbagai propertinya.

Cara lain: cari info dari orang Completion berapa kadar brine yg umum digunakan di field. Dari situ dgn rumus konversi umum kadar Cl dapat diketahui. Sbg contoh (pada suhu 60oF), brine NaCl 3% mempunyai densitas 8.48ppg (pounds per gallon US) atau 1.016e+006ppm (part per million). Ini setara dgn 616712ppm Cl. Lainnya, CaCl2 3% –> 8.6ppg atau 1.03038e+006ppm. Kandungan Cl adalah 659443ppm.

Tanggapan lainnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: