Select Page

Setelah sebulan dari negosiasi, Presiden Bolivia Evo Morales dan counterpart Brazil, Luiz Inácio Lula da Silva menandatangani protocol agreement yang menyatakan menaikan harga untuk gas alam begitu Bolivia mengekspor gas ke Brazil.

Penulis : Peter Howard Wertheim

Setelah sebulan dari negosiasi, Presiden Bolivia Evo Morales dan counterpart Brazil, Luiz Inácio Lula da Silva menandatangani protocol agreement yang menyatakan menaikan harga untuk gas alam begitu Bolivia mengekspor gas ke Brazil.

Brazil menyetujui untuk membayar $4.20/MMbtu untuk gas Bolivia. Ini meningkat $1.09/MMbtu dari tarif sebelumnya. Agreementmenyatakan khususnya gas yang digunakan oleh thermoelectric power plant di Cuiaba, di bagian barat Brazil, dimana 1 juta cu m/hari gas dikirim melalui 267-km pipeline dimana Royal Dutch Shell PLC memegang 38% stake.

Carlos Villegas, Bolivia’s hydrocarbons minister, mengambarkan agreements sangat mendorong dalam term hubungan bilateral antara kedua negara. Agreements point untuk komitmen bersama akan masuk dalam tahap baru dari kerjasama energi, katanya.

Tapi, tidak ada perjanjian yang telah dicapai mengenai import Brazil 26 million cu m/hari kira-kira setengah dari pemakaian gas Brazil perhari, melalui 3,150-km gas pipeline Bolivia-Brazil. Brazil membayar lebih tinggi sedikit dari $4/MMbtu pada rata-rata untuk gas ini. Bolivia ingin Brazil membayar kira-kira $5/MMbtu untuk gas, setelah mencapai persetujuan yang sama dengan Argentina.

Sumber:” www.ogj.com

Share This