Select Page

Teknologi pendeteksi kebocoran di pipa/pipeline itu secara umum dibagi menjadi tiga jenis ;
Acoustic System, termasuk didalamnya adalah ultrasonic, Pressure Point Analysis, Dengan menggunakan chemical.

Tanya – mpag@cbn.net.id

Dear All,

Kami sedang terlibat aktivitas repair offshore pipeline yang bocor, adakah para anggota milis yang mengetahui metoda dan alat untuk mendeteksi adanya minyak yang hadir pada permukaan pipa bagian luar ? (termasuk tingkat sensitivitas/akurasinya), untuk memastikan tidak ada minyak disana walaupun secara visual memang sudah tidak nampak. Mohon info juga jika ada vendor yang menjual alat tersebut. Terima kasih sebelumnya.

Note : Pipa tergeletak di seabed.

Tanggapan 1 – tiur

Mungkin bisa dicoba dengan methode gas chromatography analysis, kalo external lab di Singapore saya ada alamatnya tapi coba ke Sucofindo mungkin mereka bisa karena setahu saya mereka juga punya mesin Gas chromatography.

Tanggapan 2 – a.kridarso@petrochina.co.id

Dear Pak Taufik,

Pipa anda yang bocor dengan masih posisi di Seabed tentunya sekarang sudah stop oil production flow dan sekarang tentunya sudah diisi oleh air atau media lain sehingga tidak mengotori seawater. Sesuai dengan berat jenisnya oil yang keluar dari pipa pasti akan langsung mengambang dipermukaan, jadi Pak taufik tidak usah terlalu kuatir dengan masih adanya sisa minyak yang ada disekitar pipa di seabed juga akan terilis kepermukaan.
Untuk membersihkan bocoran minyak dipermukaan bisa digunakan oil spill dispersant. Dan untuk merepair offshore pipeline bisa dilakukan dengan metode clamp atau dengan memotong dan mengganti dengan pipa baru sebagian untuk pengerjaan nya diperlukan Work Barge. Cold cut method bisa dikerjakan dan aman tanpa harus membersihkan sisa bocoran yang belum terdetecsi. Sedikit penjelasan dari saya, tolong yang lain menambahkan dan mengoreksi.

Tanggapan 3 – cahyo hardo

Cuma nambahin…

untuk kasus kebocoran gas, ilmu sederhana perhitungan pressure drop bisa digunakan untuk menebak secara kasar lokasi kebocoran. Hal ini dipraktekkan (kalau tidak salah) oleh WNTS (west natuna transportation group) ketika terjadi kebocoran di trunkline dari natuna menuju pulau sakra, singapura tahun lalu. Bapak2 yang bekerja di conoco/WNTS mungkin lebih tahu detilnya…

Tanggapan selanjutnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia adalah sebagai berikut:

Share This