Pemerintah menyatakan penghentian semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo dengan metode relief well gagal. Karena itu, dana yang selama ini dipakai untuk membiayai teknik pengeboran tersebut akan dialihkan untuk pembangunan kanal pembuangan lumpur dan mengatasi dampak sosial.

Sebagai gantinya, dalam dua pekan mendatang Tim Nasional (Timnas) Penanggulangan Semburan Lumpur akan menerapkan teknik baru yang diberi nama killing mud softly. Dalam metode yang dicetuskan pakar fisika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, penghentian lumpur dilakukan dengan menjatuhkan bola-bola beton seberat 400 kilogram di pusat semburan.

Rovicky Dwi Putrohari

btw, yang saya takutkan munculnya semburan-semburan liar disekitarnya yang saat ini kondisinya sudah terpecah2 akibat subsidence. Ditandai munculnya semburan2 kecil disekitarnya.

Yang menjadi menarik adalah sensor2 yang diletakkan di dalam bola beton ini. Entah metode apa yg dipergunakan untuk positioningnya, alat pengukurannya dan mengirimkan sinyalnya dsb. Sebagai bagian dari pengenalan fenomena Mud Volcano, kalau saja data-data ini bisa diperoleh dengan baik saya rasa ini menjadi bahan (data) penelitian menarik.

Moga-moga saja berhasil.

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia bulan Januari 2007 dapat dilihat dalam file berikut: