Cacat seperti non- metallic inclusion dapat menyebabkan crack. Namun untuk material special alloy sepeti tube catalyst, inspection after fabrication dilakukan dengan sangat teliti (100 % RT)sehingga bila ada non metallic inclusion pada base metal itu bisa langsung diketahui dan di reject.

Tanya – andryansyah rivai

Tentang kegagalan yang disebabkan ditemukannya crack pada arah circum, khususnya pada pipa/tube dan di luar daerah las, apakah disebabkan karena awalnya ada bawaan dari kondisi baru, atau memang karena beban operasi?

Tanggapan 1 – abhiee_ui

saya ingin tahu apakah selain di daerah dekat lasan, pernah terjadi kegagalan yang disebabkan karena crack arah circumferensial?

jwb:

Ya ada crack circum pada base metal.

Tanggapan 2 – Hasanuddin

Ikutan nimbrung ahh…

Pak Andry, saya kira circumferential crack bisa disebabkan oleh kedua faktor yang bapak sebutkan, karena bawaan dari kondisi baru dan karena ada beban operasi. Untuk faktor bawaan dari kondisi baru, hal itu mungkin saja terjadi karena kesalahan memilih jenis material yang sesuai dengan kondisi operasi (human error amat sangat mungkin terjadi). Sedangkan untuk beban operasi saya kira udah cukup jelas kaitannya.

Kebetulan dulu pada saat TA, saya mengambil topik life assessment pada equipment yang beroperasi pada high pressure/temperature. Dari beberapa narasumber (seingat saya beliau seorang specialist dari Alstom Power – dulu ABB ESI) saya mendapat informasi kalo fenomena circum crack selain pada daerah lasan juga terjadi pada elbows, daerah transisi tube sheet expansion dan daerah2 tube yang mengalami proses rolling berlebihan.

Sayang, saya tidak bisa mendapat data2nya karena sifatnya confidential (mungkin karena terkait dengan urusan rahasia dapur…he..he..he)

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: