Select Page

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia bulan Januari 2007 ini membahas mengenai Strainer problems.

Tanya – Eep Saeful Maftuh

Bapak-bapak yang terhormat,,/p>

Saya ada sedikit pertanyaan mengenai strainer.

Dalam tahap commisioning compressor kami menggunakan conical strainer CWO dengan mesh 100 dan 50 dengan opening 200% with 1/8′ perforation on 3/16′ centers.
Strainer tersebut kami pasang di line yang mempunyai operation pressure 933.3 psi dan 1400 design pressure.

Yang jadi masalah adalah strainer tersebut tidak dapat bertahan di line tersebut, dia selalu rusak di tahap commisioning di 1400 psi.,/p>

Pertanyaan saya:

1. Conical Strainer itu didesign sampai design pressure line tersebut atau tidak?
atau strainer tersebut tidak di design dengan ada nya pressure…? padahal itu hanya untuk temporary strainer during comissioning

2. Di P&ID mengatakan itu Temporary Strainer, setelah commisiong phase apakah strainer itu di lepas atau tidak…?

3. Ada yang bisa provide hitungan temporaty strainer….?

Terima kasih sebelumnya. Kalau ada kesalahan saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Tanggapan 1 – Teddy

Pak Eep,

Kalau bapak pasang PD gauge/T, bapak bisa cek pada PD berapa strainer bapak collaps.

Saya biasa pakai rumus external pressure dari ASME VIII termasuk chartnya untuk nilai A dan B (Section II Part D), dan rumus ini cukup akurat karena banyak vendor juga memakai ini sebagai basis perhitungan.

Jadi, kalau boleh saya bilang, govern parameternya bukan pada pressure berapa, tapi pada collapse DP berapa strainer bapak dipasang.

Collapse DP tergantung utamanya pada ratio diameter dan panjang, dan diameter dan thickness perforated platenya.

Selain itu, cara konstruksi dan design stiffenernya juga berpengaruh besar, dan kadang terlewati saat design review. Cara konstruksi dan desain stiffenernya ini yang tidak di-capture di formulasi di atas, sehingga bergantung pada pengetahuan dan pengalaman engineer-nya untuk me-review.

Untuk diketahui juga, temporary strainer ini umumnya requirement prosentase clogging nya tinggi, karena kondisi pipa saat start up memang sulit diprediksi meskipun sudah di purging, dsb. Jadi sebaiknya strainer untuk start up di desain dengan collapse DP yang cukup. Untuk normal operasi, 1 barg atau di set 50% clogging mungkin cukup , tapi untuk start up saya rekomendasikan minimal 5 barg, terutama untuk diameter besar.

Sekadar bahan pertimbangan, kalau bisa bapak kumpulkan dan observe kotoran dari hasil saringan si strainer yang fail itu..signifikan tidak, kalau iya, penyebab kenapa strainer bapak colaps ya karena DP nya melebihi allowable design nya, kalo kotoran sedikit menutupi, tapi tetep colaps juga, ya berarti desain stiffener, dan konstruksinya yang tidak mumpuni untuk menahan dynamic flow dan sensitif terhadap pressure.

Selengkapnya :

Share This