Select Page

China Petroleum & Chemical (Sinopec) dan Syntroleum Corp., Tulsa, telah menandatangani nonbinding memorandum of understanding (MoU) yang dimaksudkan untuk memajukan tekhnologi gas-to-liquids (GTL) dan coal-to-liquids (CTL).

Penulis : Eric Watkins

China Petroleum & Chemical (Sinopec) dan Syntroleum Corp., Tulsa, telah menandatangani nonbinding memorandum of understanding (MoU) yang dimaksudkan untuk memajukan tekhnologi gas-to-liquids (GTL) dan coal-to-liquids (CTL).

MoU mencakup kerjasama dalam menguji tekhnologi Syntroleum GTL pada skala industrial, pembangunan dari 17,000 b/d GTL plant dan 100 b/d CTL pilot plant di China, dan kerjasama pemasaran dari tekhnologi Sinopec Syntroleum.

MoU juga meminta Syntroleum menyediakan Sinopec dengan akses untuk melengkapi peralatan tekhnologi GTL miliknya termasuk catalyst technology dan Fischer-Tropsch tekhnologi yang berhubungan dengan CTL untuk digunakan di China dalam exclusive basis selama periode kerjasama.

Setelah penandatanganan perjanjian kerjasama secara resmi, Sinopec menyetujui untuk menyediakan Syntroleum dengan 20 juta dolar/tahun selama 5 tahun untuk mendukung perkembangan tekhnologi.

MoU juga meminta Sinopec untuk memulai studi kelayakan untuk pembangunan GTL plant di China dan CTL pilot plant, mengenai penyelesaian dalam perjanjian kerjasama.

Kedua rencana akan dipegang secara penuh oleh Sinopec, dengan technological support dari Syntroleum. Project ini akan menyediakan basis untuk kelompok dengan memasarkan secara bersama dengan menggabungkan kemampuan tekhnologi FT untuk ketiga kelompok tersebut di China.

Juru bicara Sinopec mengatakan perusahaan telah menginvestasikan dalam tekhnologi dengan memperlengkapi usaha yang ada untuk mengembangkan cadangan gasnya dalam jangka panjang.

Desember lalu, Syntroleum menandatangani a joint development agreement dengan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Co. (KUFPEC) untuk pembangunan 50,000 b/d GTL plant di Papua New Guinea.

Sumber: www.ogj.com

Share This