Select Page

Safety dapat digambarkan atau diakomodasikan ke dalam suatu P&ID. Hanya saja, kemampuan untuk dapat melihatnya atau mengkajinya adalah masalah lain. Terkadang, biar lebih yakin, kita dapat membandingkan P&ID suatu sistem operasi yang dimaksud dengan manual dari sistem terkait. Hal ini valid jika kedua-duanya terus menerus di-update mengikuti perubahan desain yang dilakukan.

Oleh: Cahyo Hardo Priyoasmoro

Safety dapat digambarkan atau diakomodasikan ke dalam suatu P&ID. Hanya saja, kemampuan untuk dapat melihatnya atau mengkajinya adalah masalah lain. Terkadang, biar lebih yakin, kita dapat membandingkan P&ID suatu sistem operasi yang dimaksud dengan manual dari sistem terkait. Hal ini valid jika kedua-duanya terus menerus di-update mengikuti perubahan desain yang dilakukan.

Masalahnya adalah, kemampuan untuk dapat melihat bahwa safety telah diberi porsi yang cukup atau bahkan tertinggi dalam suatu rancangan desain yang diterjemahkan ke dalam bahasa P&ID terkadang luput dari perhatian. Bagi kita-kita yang bekerja di front line operation, hal ini adalah fenomena yang umum. Entah karena tidak dapat mengenalinya, malas menganalisanya, atau malah tidak mau tahu sama sekali. Ada anggapan, urusan P&ID adalah urusan process engineer dan bukan kita yang ada di lapangan.

Paradigma atau kerangka pikir seperti ini harus dibuang jauh-jauh, karena pada akhirnya, kita, yang bekerja di lapangan, yang menjadi last defence sebelum kejadian kecelakaan terjadi. Jika dianalogikan, mungkin serupa dengan konsep Negara Sekuler, yang memisahkan kehidupan beragama dengan kenegaraan. Biarlah ulama atau pendeta yang mengurus agama….

Serupa meski tidak sama….

Selengkapnya:

Share This