Select Page

Petroleo Brasileiro SA (Petrobras), milik negara Brazil pada tanggal 27 Februari menandatangani MoU dengan Mitsui & Co. Jepang dan Construções e Comércio Camargo Côrrea SA Brazil untuk mempelajari pembangunan pipeline dalam mengekspor ethanol.

Penulis : Eric Watkins

Petroleo Brasileiro SA (Petrobras), milik negara Brazil pada tanggal 27 Februari menandatangani MoU dengan Mitsui & Co. Jepang dan Construções e Comércio Camargo Côrrea SA Brazil untuk mempelajari pembangunan pipeline dalam mengekspor ethanol.

Petrobas mengatakan project tersebut menjadi pertimbangan yang akan terdiri dari jaringan pipeline kota Senador Canhedo di negara bagian Goiás untuk terminal Petrobas di São Sebastião, negara bagian São Paulo, dan melalui pangkal distribusi bahan bakar di kilang Paulínia(Replan).

Petrobas mengatakan studi akan bertujuan untuk mengurangi biaya transportasi pada pasar luar negeri ethanol yang diproduksi di pusat Brazil dan akan menyediakan logistik karena permintaan ethanol yang terus meningkat di Jepang dan pasar internasional lainnya.

Brazil memproduksi bioethanol 16 milyar l./tahun, tetapi analysts melihat kenaikan sampai 23 milyar l./tahun sampai tahun 2010.

Bank pengembangan nasional Brazil, BNDES telah meminjamkan 3.58 milyar reais untuk project bioethanol lebih dari 3 tahun yang lalu dan disetujui pada awal Februari dengan pinjaman senilai 249 million reais ($120 juta dolar) untuk perusahaan gula dan ethanol Boa Vista dalam membangun pabrik baru di negara bagian Goiás.

Pemberitahuan Petrobras mengikuti rencana yang diumumkan baru-baru ini oleh Marubeni Corp. Jepang dan Dutch grain trader Agrenco Group untuk memulai memproduksi bahan bakar biodiesel pada tahun 2008 dari minyak kacang kedelai yang diproduksi di Brazil.

Ditambahkan, investasi perusahaan Infinity Bio-Energy yang berbasis di Bermuda pada tanggal 16 Februari mengatakan bahwa akan menginvestasikan 85 million reais ($41 juta dolar) untuk meluaskan kapasitas di penggilingan gula dan ethanol Alcana di negara bagian Minas Gerais. Infinity berharap untuk menyelesaikan project pengembangan pada tahun 2009, yang menambah produksinya sampai 1.5 juta ton/tahun dari 500,000 ton/tahun.

Sumber www.ogj.com

Share This