Select Page

Pembangunan dalam faslitas LNG Tangguh Indonesia 70% complete, dan diharapkan mulai bekerja pada quarter ke empat tahun 2008, jika operator BP Indonesia menerima pendanaan lagi untuk project, kata Kardaya Warnika, kepala perwakilan eksekutif minyak dan gas hulu Indonesia, BP Migas.

Penulis: Eric Watkins

Pembangunan dalam faslitas LNG Tangguh Indonesia 70% complete, dan diharapkan mulai bekerja pada quarter ke empat tahun 2008, jika operator BP Indonesia menerima pendanaan lagi untuk project, kata Kardaya Warnika, kepala perwakilan eksekutif minyak dan gas hulu Indonesia, BP Migas.

Untuk membangun pabrik BP memerlukan dana keseluruhannya sebesar 6.5 milyar dolar, katanya, yang mana 3.5 milyar dolar terdiri dari pinjaman, dengan sisanya datang dari sumber perusahaan.

Warnika mengatakan BP Indonesia telah menjamin lebih dari 2 milyar dolar berupa pinjaman dan sedang bernegosiasi dengan grup Bank China untuk 884 juta dolar lainnya. Jika BP sekarang ini sukses bernegosiasi, pinjaman tersebut harus dibayarkan pada bulan April.

BP menjamin pinjaman $2.616 milyar dolar pada tahun 2006, termasuk $1.2 milyar dari Japan Bank for International Corp., $350 juta dolar dari Asian Development Bank, dan $1.066 milyar dolar dari Bank komersil, kata Warnika.

Sementara itu, menurut BP Migas, Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Fujian-China untuk 2.6 juta ton/tahun gas selama 25 tahun, SK Power Korea 550,000 juta ton/tahun selama 20 tahun, Posco Korea 550,000 juta ton/tahun selama 20 tahun, dan Sempra Energy 3.7 juta ton/tahun selama 20 tahun.

BP Indonesia mengoperasikan blok Tangguh bersama dengan LNG Corp., Nippon Oil Corp., dan CNOOC Ltd. Jepang.

Sumber www.ogj.com

Share This