Select Page

Range 25-75% lebih cocok untuk pengukuran tekanan untuk live process dipabrik. kenapa dipilih range tersebut? karena ada kemungkinan proses mengalami upset (sehingga nilainya lebih besar dari normal), atau kemungkinan anjlok (sehingga nilainya lebih kecil dari normal). Supaya masih tetap dapat membaca besaran tekanan dengan baik dalam beberapa kondisi (i.e: min, max), biasanya pembacaan tekanan dalam keadaan normal sebisa mungkin ditempatkan dinilai tengah.

Tanya – vimala sariputera

Saya mempunyai pompa hydrotest hingga 50.000 psi, sedangkan pressure gauge dan chart recordernya maximum cuman 30.000 psi saja. Dengan menggunakan pressure gage dan chart recorder tsb, berapa psi max hydrotest yang bisa saya lakukan. Soalnya saya dengar dari beberapa orang bahwa penggunaan pressure gage dan chart recorder yang benar adalah dalam range 25% sampai 75% dari full scale, saya sudah cari2 standard yang menyatakan range tsb, tapi belum ketemu, mungkin ada rekan2 yg tahu standard apa yang mengatur hal tsb, tolong diinformasikan

Nugroho Wibisono

Range 25-75% itu sebenarnya lebih cocok untuk pengukuran tekanan untuk live process dipabrik. kenapa dipilih range tersebut? karena ada kemungkinan proses mengalami upset (sehingga nilainya lebih besar dari normal), atau kemungkinan anjlok (sehingga nilainya lebih kecil dari normal). Supaya masih tetap dapat membaca besaran tekanan dengan baik dalam beberapa kondisi (i.e: min, max), biasanya pembacaan tekanan dalam keadaan normal sebisa mungkin ditempatkan dinilai tengah. Logikanya sih seperti itu.

Kembali ke laptop.. eh maksud saya ke topik (jadi ngakak inget Tukul Arwana nih). Kalau batas maksimum pengukurannya mengacu kepada kemampuan chart recorder-nya, ya 30.000 psig itu. Mengingat ketika kita ‘manteng’ hydrotest pada tekanan tertentu, tekanannya tidak naik-turun secara drastis alias mulus-mulus saja.

Tetapi jangan lupa, ada kemungkinan gelembung udara yang terjebak ketika air dipompa atau kenaikan pressure akibat temperatur lingkungan (itupun kenaikannya tidak drastis alias perlahan-lahan naik sedikit) ketika hydrotest dilakukan. Jadi lebih bijaksana jika maksimum pengukuran tidak di ‘pas’ di 30000 psig, melainkan lebih kecil dari nilai maksimum 30000 psig tsb supaya masih dapat mengukur perubahan kenaikan tekanan. Omong2, saya kira 30.000 psig itu besar sekali ya, kalau obyek yang ditest ternyata pecah, saya tidak akan mau berada didekat2 tempat hydrotest itu hehehe.

Hanya ingin tahu saja, sebenarnya obyek yang mau ditest itu apa sih? Valve? Pressure Vessel? dll?

Tanggapan selengkapnya :

Share This