Indonesia telah menyerahkan kontrak sharing produksi kepada Statoil ASA dan Pertamina untuk perairan dalam Blok Karama di Selat Makasar.

Penulis : Uchenna Izundu

Indonesia telah menyerahkan kontrak sharing produksi kepada Statoil ASA dan Pertamina untuk perairan dalam Blok Karama di Selat Makasar.

Statoil adalah operator dengan 51% interest. Pertamina memegang sisanya. Perusahaan telah membayar juta dolar bonus penandatanganan.

Selama tiga tahun pertama perusahaan akan membidik 1,900 sq km survey 3D seismic dan mengebor tiga sumur eksplorasi di seluas hektar daerah yang belum terjamah. Blok Karama meliputi 4,286 sq km di 800-2,200 m dari perairan.

PSC di Blok Karama adalah project bersama pertama perusahaan dibawah MoU yang ditandatangani dalam kerjasama pada bulan September 2006.

Blok tersebut dekat dengan selatan blok Kuma, bagian barat Sulawesi. Statoil mempunyai 40% share di Kuma, yang telah diserahkan pada pertengahan Januari.

Sumber: www.ogj.com