Select Page

Yang pertama kali harus dipahami adalah:

Sampah Organik (Degradeable) +/- 70%.

Sampah Un organik (Undegradeable) +/- 30%.

Sampah Organik umumnya terdiri atas sayuran, tulang, dll (sampah yang berasal dari hewan, dihasilkan oleh pabrik)

Sampah Organik selanjutnya dapat diproses secara fermentasi dengan bantuan Mikroba Probiotik menjadi Pupuk Kompos Organik. Sampah Un organik biasanya dapat didaur ulang.

Tanya – faridgustian

Bicara sampah atau limbah yang kita hasilkan setiap hari pada sebuah rumah tangga.
Mohon kiranya ada yang dapat memberikan penjelasan sampah / limbah sperti apa yang harus dipisahkan.

Tanggapan 1 – Dedy Suryana – IAOD

Sampah Rumah Tangga

Yang pertama kali harus dipahami adalah:

Sampah Organik (Degradeable) +/- 70%.

Sampah Un organik (Undegradeable) +/- 30%.

Sampah Organik umumnya terdiri atas sayuran, tulang, dll (sampah yang berasal dari hewan, dihasilkan oleh pabrik)

Sampah Organik selanjutnya dapat diproses secara fermentasi dengan bantuan Mikroba Probiotik menjadi Pupuk Kompos Organik. Sampah Un organik biasanya dapat didaur ulang.

Yang paling mahal adalah biaya pemisahan antara sampah organik dengan un organik.

Di beberapa negara maju, pemisahan sampah dimulai dari rumah tangga dengan menempatkan pada 2 kantong sampah yang berbeda, bahkan di Malaysia dipisahkan menjadi 3 kantong. di Indonesia, sampah campuran antara organic dan un organik dicampur dan di bungkus oleh plastik, diikat, kemudian dibuang begitu saja sehingga menyulitkan proses pemisahan.

Bila ada yang kurang jelas, silahkan hubungi via japri.

Tanggapan selanjutnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut :

Share This