Zr memiliki susceptibility terhadap pitting dalam larutan-larutan halida kecuali flouride (Corrosion&Corrosion Protection Handbook 2nd Ed, Marcell Dekker Inc, USA, 1989). Sehingga proteksi terhadap jenis korosi ini adalah dengan menghilangkan atau menurunkan konsentrasi halida atau dengan melakukan injeksi oksigen (baik terlarut atau tidak)untuk mempertahankan terbentuknya lapisan pasif Zircon Oxide. Karena Zr memiliki afinitas terhadap Oksigen yang lebih tinggi dibandingkan SS, jumlah oksigen yang diinjeksikan bisa lebih rendah dibandingkan pada SS (Kita melakukan injeksi oksigen terlarut pada liner reaktor urea SS 310 L Mod/ 316 L Mod dengan kadar oksigen sebesar 7 ppm), disamping melakukan pengukuran tebal dengan ultrasonic wall thickness secara reguler.

Tanya – denaft

Dear all,

Saya ingin bertanya:

1. Apakah ada diantara rekan-rekan praktisi industri yang menggunakan material Zirconium pada peralatan industri/proses?

2. Bagaimana penanganan material Zirconium sehingga tidak cepat rusak?

3. Bagaimana penanganan material Zirconium yang sudah rusak?

Pembahasan 1 – Encep Yuna – PBO

Saya coba share aja,

1. yang sering di aplikasikan di Boiler, Heating furnace and low dust level biasanya menggunakan Zirconia (setahu saya), dengan alat yang namanya Direct in situ Zirconia Oxygen Analyzers. Sedangkan untuk brand yang bisa gunakan YOKOGAWA, AMETEK dll.

2. biasanya Zirconia Cell punya umur, tergantung dari aplikasi yang dipakai, dan tergantung material juga, karena terkadang masing vendor punya kelebihan dan keukurangan tersendiri, pengalaman saya ada yang hampir 5/6 tahun zirconia cell masih tahan ada juga yang aplikasinya over heated bisa saja jadi cepet rusak, yang saharusnya range 700, ternyata di lime kiln panasnya bisa mencapai 800 otomatis can’t reading well, terkadang stop reading and error.
Supaya tidak cepat rusak ya…menurut saya preventive maintenance yang harus rutin untuk membersihkan kotoran baik debu, kapur dll, sehingga tidak cepat aus, tergantung dimana di aplikasikannya, yang paling penting jangan sampai over heating karena analyzer kita bisa tidak measurement alias error.

3.Biasanya para user hanya menganti spare partnya saja,

silahkan jika ada yang ingin menambahkan lagi, mungkin saya masih kurang sempurna.

Pembahasan 2 – abhiee_ui

Coba share aja…

Di High Pressure Stripper Kaltim-4 (Pabrik kita terbaru), tube nya menggunakan 25-22-2 Cr/Ni/Mo (t=2 mm) yang bagian dalamnya dilapis dengan Zr (t=0.7 mm). Untuk preventive maintenancenya kita menggunakan Eddy Current Test setiap turn around untuk mengukur pengurangan ketebalan akibat korosi erosi yang terjadi. Kita menggunakan lapisan Zr sebagai indikator (bila tebal sisa = 2 mm/tebal Zr=0 mm, maka tube tersebut kita plug), sesuai dengan t min yang dipersyaratkan untuk kondisi operasi-nya

Pembahasan selengkapnya dari rangkuman diskusi Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut :