Select Page

Sifat yang dimiliki oleh hydrogen pada weldment adalah mudah mengikat unsur O2, dengan adanya persenyawaan ini mengakibat electrode mempunyai kelembaban yang tinggi. Selain persenyawaan diatas tingkat kandungan hydrogen yang tinggi akan sangat berpengaruh pada weldment mengakibatkan terjadinya Porosity. Oleh karena itu didalam teori pengelasan hydrogen content harus direduce untuk menghindari terjadi weldment risk.
Banyak sekarang manufacture welding electrode telah menerapkan vacum pack pada pembungkus kawat lasnya khususnya yang low hidrogen.

Tanya 1 – Agus Setijono

Ketika mengadakan pengujian hydrogen level (diffusible Hydrogen) terhadap electrode yang digunakan di project kami, ada pertanyaan dari rekan saya: ‘apakah ada unsur lain yang terperangkap dalam weldment selain Hydrogen? Kalau tidak ada, sifat apa yang dimiliki Hydrogen shg bisa terperangkap dalam weldment, khususnya bila tidak dilakukan pemanasan pre-weld maupun post-weld.’

Saya sangat menghargai informasi yang diberikan dari rekan semua.

Tanggapan 1 – qaqcptmeco

Dear Pa. Agus.

Selama yang pernah saya alami hanya unsur HYDROGEN ajach Pa. Sifat yang dimiliki oleh hydrogen pada weldment adalah mudah mengikat unsur O2, dengan adanya persenyawaan ini mengakibat electrode mempunyai kelembaban yang tinggi. Selain persenyawaan diatas tingkat kandungan hydrogen yang tinggi akan sangat berpengaruh pada weldment mengakibatkan terjadinya Porosity. Oleh karena itu didalam teori pengelasan hydrogen content harus direduce untuk menghindari terjadi weldment risk.

Banyak sekarang manufacture welding electrode telah menerapkan vacum pack pada pembungkus kawat lasnya khususnya yang low hidrogen.

Pengetesan ini sebenarnya mempunyai korelasi dengan Absorbed Moisture Test. Lebih-lebih electrode yang mempunyai kandungan hydrogen rendah (low hydrogen) seperti E.7018 dan E.7016 pengaruh kebasahan (moisture) pada selaput electrode perlu diperhatikan. Batasan kelembaban dan kadar air yang diijinkan pada electrode jenis ini adalah max 60% dari kelembaban relatip dan kadar air yang diperbolehkan 0.4% untuk electrode jenis E.7016 dan 0.6 % untuk electrode jenis E.7018. Dari dua persyaratan diatas atau salah satu persyaratan melebihi ketentuan tersebut maka electrode tersebut WAJIB UNTUK DIKERINGKAN.

Perlu diingat juga Electrode yang mempunyai kadar hydrogen yang rendah (kurang dari 0.1%) untuk menggunakannya harus terlebih dahulu dipanaskan dengan tingkatan suhu antara 200 deg C sampai 260 deg C atau bisa mengikuti petunjuk dari manufacture sesuai dengan Brand namenya untuk mengurangi adanya kadar air dalam kadungan solutannya (selaput) electrode.

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia Bulan Februari 2007 selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut :

Share This