Gassco AS milik negara Norwegia sedang mengevaluasi rute pipeline untuk membawa gas Norwegia Utara ke Eropa. Perusahaan akan mengumumkan konsep seleksi pada bulan Mei, kata pejabat senior Gassco pada 9 Maret lalu. Perusahaan akan membuat keputusan investasi terakhir pada bulan Desember.

Penulis: Uchenna Izundu

Gassco AS milik negara Norwegia sedang mengevaluasi rute pipeline untuk membawa gas Norwegia Utara ke Eropa. Perusahaan akan mengumumkan konsep seleksi pada bulan Mei, kata pejabat senior Gassco pada 9 Maret lalu. Perusahaan akan membuat keputusan investasi terakhir pada bulan Desember.

Jan Hauge, wakil presiden eksekutif Gassco untuk product management, dalam pidato persnya di London mengatakan tiga kemungkinan landing points untuk pipeline adalah St. Fergus di timur laut Skotlandia, Zeebrugge di Belgia, atau Den Helder di St. Fergus Belanda.

Gassco ingin mengambil gas dari lahan Troll, tapi usulannya ternyata menjadi controversial karena partner Troll, Norsk Hydro ASA khawatir bahwa produksi gas akan mengurangi tekanan yang diperlukan untuk pemulihan minyak dari lahan. Gassco sedang menginvestigasi design challenges yang membawa pada peningkatan produksi gas tanpa mempunyai efek negative pada produksi minyak Troll. “ Ini akan memerlukan orang yang pintar dan berpengalaman dalam kerja secara tekhnologi, tambah Hauge.

Hydro rencananya akan menambah produksi minyak lebih dari 30% sampai 2 milyar bbl dan telah mengembangkan sumber minyak Troll yang menggunakan lebih dari 110 sumur horizontal. Hydro juga menaksir apakah ini memungkinkan untuk mempercepat pemulihan gas dari bagian timur lahan Troll sementara secara serempak mempersiapkan untuk meningkatkan pemulihan minyak dari bagian barat.

Hauge menolak untuk memberikan perkiraan dalam kapasitas pipeline atau jaraknya, informasi mengatakan akan menaksir dan akan diumumkan pada bulan Mei. Perwakilan Gassco juga mengatakan sudah ada banyak political tertarik pada pipeline, terutama sekali dari UK, sebagai jaminan penyuplaian di Eropa yang merupakan prioritas utama. Satu masalah lainnya menentukan tingkatan tarif di setiap landing point.

Kemungkinan pengerjaan dimulai untuk pengoperasian tahun 2011, meskipun Hauge menekankan bahwa pipeline dapat ditangguhkan jika kondisinya tidak tepat.

Sumber: www.ogj.com