Silas Oliva Filho, manager dari ethanol dan oxygenates di Petroleo Brasileiro SA (Petrobras), Brazil, mengatakan perusahaan berencana akan mulai mengekspor anhydrous ethanol ke Amerika pada tahun 2007.

Penulis :Peter Howard Wertheim

Silas Oliva Filho, manager dari ethanol dan oxygenates di Petroleo Brasileiro SA (Petrobras), Brazil, mengatakan perusahaan berencana akan mulai mengekspor anhydrous ethanol ke Amerika pada tahun 2007.

Executive Petrobas mengatakan ekspor ke Amerika dapat menjadi besar jika tidak untuk pajak impor ke Amerika 14¢/l. plus an ‘ad valorem’ tax of 2.5%.

Oliva Filho meramalkan bahwa Petrobas akan mengekspor 850 juta 1. anhydrous ethanoltahun ini, yang sebagian besar ke Amerika, Venezuela dan Nigeria. “Jumlah ini tujuh kali lebih besar dari ethanol yang diekspor pada tahun 2006 oleh Petrobas, “ katanya.

Pada akhir Januari Petrobas menyatakan setuju untuk mengekspor ehanol ke Nigerian National Petroleum Corp.

Secara keseluruhannya Brazil diharapkan akan mengekspor kira-kira 3 milyar 1. ethanol tahun ini dibandingkan dengan 3.3 milyar ekspor tahun lalu, kata Tarcilo Rodrigues, kepala perusahaan perdagangan utama Bioagência. Amerika adalah pasar ekspor utama Brazil. Tahun lalu, salah satu pengekspor ethanol utama Brazil ke Amerika adalah Royal Dutch Shell PLC cabangnya di Brazil.

Mantan Presiden Henri Phillipe Reichstul, Petrobas, kepala Brazilian Company untuk Renewable Energy Ltd. (Brenco), secara resmi membuka perusahaan ethanol yang difokuskan di Brazil pada tanggal 15 Maret. Perusahaan baru dengan backing dari beberapa investor perusahaan besar Amerika telah menaikkan 200 juta dolar dalam private placement dari common shares, kata Ana Fernandes Kertesz, wakil presiden dari Goldman Sachs di Brazil.

Brenco bermaksud akan menjadi salah satu dari produser ethanol terbesar di dunia, dengan produksi ethanol 1 milyar gal/tahun, kata juru bicara Brenco untuk perusahaan baru, “ Kenaikan 200 juta dolar ini hanya penempatan awal; targetnya 2 milyar dolar.”

Petrobas juga akan menguji ekspor ethanol ke Jepang, diharapkan menjadi kira-kira 20 juta 1. Brazil sudah memesan dalam extended negotiations dengan Jepang mengenai penandatanganan kontrak impor ethanol dalam jangka panjang untuk membantu kondisi kenaikan emisi karbon.

Secara terpisah, Filho mengatakan perusahaan akan mulai pembangunan pipeline ethanol senilai 750 juta dolar bulan Agustus. Pipeline, akan memiliki kapasitas untuk mengangkut 8 juta 1. ethanol, yang akan memerlukan kira-kira 2 tahun untuk penyelesaian.

Pipeline “ adalah resiko besar bagi perusahaan, karena tidak satupun yang tahu untuk pastinya kapan pasar akan datang, “kata Filho. “ Ini memerlukan beberapa tahun setelah pembangunan sebelum kami benar-benar mempunyai pembeli ethanol,”

Sumber: www.ogj.com