Select Page

Berdasarkan hasil pemantauan BB-POM di Surabaya, dari 91 contoh pangan olahan yang dijual di pasaran, sebanyak 24 di antaranya positif mengandung formalin. Selain mi basah, makanan lain yang mengandung banyak formalin adalah tahu, ikan asin, dan ikan segar.

Oleh : Dr. Handayani

LATAR BELAKANG

-Berdasarkan hasil pemantauan BB-POM di Surabaya, dari 91 contoh pangan olahan yang dijual di pasaran, sebanyak 24 di antaranya positif mengandung formalin. Selain mi basah, makanan lain yang mengandung banyak formalin adalah tahu, ikan asin, dan ikan segar.

-Beberapa kasus telah ditemukan di beberapa daerah, antara lain di daerah Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Timur dan Jakarta.

-Laporan Badan POM tahun 2002 menunjukkan bahwa dari 29 sampel mi basah yang dijual di pasar dan supermarket Jawa Barat, ditemukan 2 sampel (6,9 persen) mengandung boraks, 1 sampel (3,45 persen) mengandung formalin, sedangkan 22 sampel (75,8 persen) mengandung formalin dan boraks. Hanya empat sampel yang dinyatakan aman dari formalin dan borak.

-BPOM mengumumkan bahwa berdasarkan hasil penelitian terhadap 700 sampel produk makanan yang diambil dari Pulau Jawa, Sulawesi Selatan dan Lampung awal bulan ini, 56% diantaranya mengandung Formalin.

-Hasil penelitian Balai POM DKI Jakarta juga menunjukkan bahwa delapan merek mie dan tahu yang dipasarkan di wilayah itu, Mie Kriting Telor Special, Super Mie Ayam ZZ, Mie Bintang Terang, Bakmi Super Kriting Telor ACC, Mie Kriting Jo’s Food, Mie Aneka Rasa, Tahu Bintang Terang, Tahu Kuning Sari dan Tahu Takwa Poo juga terbukti mengandung bahan pengawet mayat ini.

Selengkapnya :

Share This