Select Page

PT. Pertamina akan mengimport 50% lagi LPG pada bulan April untuk menanggulangi kekurangan di pasar dalam negeri, memperbanyak penyuplaian sampai 18,000 ton dari 12,600 ton pada bulan Maret.

Penulis : Eric Watkins

PT. Pertamina akan mengimport 50% lagi LPG pada bulan April untuk menanggulangi kekurangan di pasar dalam negeri, memperbanyak penyuplaian sampai 18,000 ton dari 12,600 ton pada bulan Maret.

Pertamina terpaksa akan mengimpor LPG karena maintenance work pada kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menyebabkan keterlambatan dalam pendistribusian, kata wakil kepala perdagangan dan pemasaran Hanung Budya. Dia tidak mengatakan dimana tambahan suplai akan didapat.

Tahun lalu, Pertamina mengimpor 5.5 juta ton LPG karena Pertamina hanya dapat menyuplai 1 juta ton dari permintaan yang diperkirakan dari 6.5 juta ton/tahun.

Sementara itu, dalam sangkutpautnya dengan kekurangan LPG baru-baru ini berbagai daerah, Hanung mengatakan bahwa Pertamina juga akan menambah 10,000 ton untuk kapasitas penyimpanan dari kilang minyak Indramayu di Jawa Barat pada bulan Agustus.

Kapasitas penyimpanan 25,000 ton kilang minyak yang ada dapat menyimpan 6 bulan suplai LPG tapi Hanung mengatakan perusahaannya perlu menambah kapasitas 50,000 ton supaya meyakinkan suplai atau pemasokan 14 hari karena adanya permintaan kira-kira 3,500 ton per hari.

Pertamina juga berencana akan menyewa semirefrigerator tanker, dengan masing-masing kapasitas 8,000 ton, untuk mengirim LPG dari tempat produksi secara langsung ke wilayah di Jawa.<.p>

Dia mengatakan penyuplaian untuk Jakarta akan ditingkatkan sampai 1,500 ton/hari dari 1,100 ton saat ini, sementara penyuplaian untuk Bandung akan dinaikkan sampai 350 ton dari 280 ton.

Sumber: www.ogj.com

Share This