Soft start itu diartikan sebagai kemampuan motor untuk menggerakkan mechanical equipment (pump, compressor,dll) dengan ‘halus’., dgn kata lain inrush current motor tidak menyebabkan voltage dip pada MCC (motor control center) melebihi 15 % (rata2) , pada terminal motor tidalk melebihi 20% (rata2).

Tanya – ‘D. Hanindito’

Yth rekan2 milis

Saat ini saya sdg evaluasi requisition pompa, dimana motornya disyaratkan hrs bisa ‘soft start’. Utk itu saya mau bertanya kepada rekan2 milis, khususnya rekan2 electrical engineer sbb :

1. apa yg dimaksud ‘soft start’ tsb?

2. apakah memang perlu motor yg khusus/special spy bisa ‘soft start’?
(tidak semua motor bisa soft start?)

3. kondisi apa yg mensyaratkan motor harus bisa ‘soft start’

Tanggapan 1 – Muttaqin@ikpt.com

Pak Dito,

saya coba sedikit menjawab pertanyaan bpk sebatas mampu saya dan diharapkan tambahan bagi rekan2 electrical yg lain.

1. apa yg dimaksud ‘soft start’ tsb?

Soft start itu diartikan sebagai kemampuan motor untuk menggerakkan mechanical equipment (pump, compressor,dll) dengan ‘halus’., dgn kata lain inrush current motor tidak menyebabkan voltage dip pada MCC (motor control center) melebihi 15 % (rata2) , pada terminal motor tidalk melebihi 20% (rata2).

Soft start sendiri tidak bisa begitu saja tanpa ada driver soft start itu sendiri, antara lain jenis : current control, voltage control, torque control, auto-XFMR, dll. (dgn harga relatif mahal). Jika motor sekitar 132 KW dgn tegangan 400V hanya start dengan mengandalkan feeder dari MCC tanpa ada driver soft start (direct on-line) mustahil mendapatkan starting yg ‘halus’ karena inrush current-nya bisa 6-7 kali Full Load Current (FLC) motor tsb dan menyebabkan voltage drop yg besar (bisa2 gak starting).

Tanggapan dari rekan-rekan lainnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: