Pengecekan masalah lateral torsional buckling pada profil honeycomb (open web) sama seperti pada pengecekan profil H beam. Kalau dilihat step-step pengecekan yang ada pada buku Basic Steel Design karangan Bruce Johnston and T. Galambos, disitu akan terlihat bahwa walaupun inersia dari honeycomb section meningkat, tetapi allowable flexural stress juga menurun. Yang perlu dicek sebenarnya adalah shear stress pada daerah open web. Buku Welded Structures (kalau judulnya tidak salah) karangan Omer Blodgett membahas secara komprehensif masalah design dengan memakai profil honeycomb. Honeycomb profil tidak dianjurkan untuk main girder, biasanya dipakai hanya untuk beam dan joist.

Kajuputra Elpianto

Yth rekan2 migas,

Saya bukan ahli aerospace seperti Pak Agus, karena itu tidak akan bicara mengenai baling2, tapi saya mau bicara tentang honeycomb yang disinggung di tulisan di bawah ini.

Pada baja profil I, umum digunakan penampang honeycomb untuk menambah kapasitas lenturnya. Hal ini dilakukan dengan memotong ziq-zaq pelat badan (web) dari profil I dan lantas bagian atas yang terpotong akan di pindah / geser ke atas bagian bawah yang terpotong.

Hasilnya? Dengan berat yang sama, kita memiliki lengan momen yang lebih tinggi yang artinya kapasitas lenturnya meningkat tajam. Profil ini banyak dipakai di jembatan2 di Jakarta.

Bicara mengenai profil baja I, artinya kita harus ingat akan Lateral Torsional Buckling. Buckling di sini terjadi akibat adanya beban compression di salah satu pelat flange baja I akibat beban lentur yang mengakibatkan baja I terlihat seperti terkena beban torsi (ter-pelintir).

Umumnya prosedur yang ada adalah untuk profil baja yang utuh (bukan honeycomb), mohon saran dan pendapat rekan2 ahli struktur tentang bagaimana kita menganalisa ‘lateral torsional buckling’ pada profil baja I honeycomb.

Pembahasan dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: