Transpetro (Petrobras Transporte) bersama Rio Naval Consortium telah menyetujui untuk membangun sembilan kapal angkutan. Kapal tersebut adalah bagian dari program pengembangan dan memodernisasi armada.

Transpetro (Petrobras Transporte) bersama Rio Naval Consortium telah menyetujui untuk membangun sembilan kapal angkutan. Kapal tersebut adalah bagian dari program pengembangan dan memodernisasi armada.

Rio Naval Consortium akan membangun lima kapal angkut Aframax dan empat Panamax untuk pengiriman ke Transpetro antara tahun 2009 dan 2012. Secara total program pengembangan dan modernisasi armada Transpetro merencanakan pembuatan 26 kapal angkutan. Setengah dari jumlah kapal tersebut akan dibangun di Rio de Janeiro, yang menghasilkan lebih dari 11,000 pekerjaan baru di negara tersebut.

Galangan kapal Rio de Janeiro lainnya yang akan membuat kapal angkutan untuk perusahaan adalah Mauá Jurong, yang memenangkan empat hasil penawaran kapal pada 31 Januari yang lalu. Transpetro menandatangani perjanjian dengan Atlântico Sul Consortium di Pernambuco untuk pembangunan 10 kapal Suezmax.

Setelah penandatanganan dengan Rio Naval, Transpetro mempersiapkan penandatanganan perjanjian untuk tujuh kapal yang akan dipesan dari armada Mauá Jurong dan Itajaí. Mauá Jurong akan membangun empat kapal, sementara Itajaí akan membangun tiga kapal LPG.

Secara total, program pengembangan dan modernisasi armada perusahaan merencanakan pembangunan 42 kapal. Tujuannya untuk mengganti kapal-kapal; memodernisasikan dan menambah armada perusahaan; meningkatkan kemampuan transportasi; dan menambah revitalisasi segmen industri pembuatan kapal besar di Brazil, mempromosikan pembangunan Brazil dengan menghasilkan tekhnologi, pekerjaan, dan pendapatan.

Tahap kedua akan melaksanakan dengan segera setelah kesepakatan yang ditandatangani pada tahap awal dan akan memastikan untuk pembuatan 16 kapal lagi.

Sumber:www.offshore-mag.com