Hal-hal penting menyangkut pekerjaan mem-paralelkan pompa:
Pertimbangkan untuk memasang throttle valve atau RO pada masing masing keluaran pompa, sekalipun hal ini akan menambahkan pressure drop namun akan memperbaiki efisiensi keseluruhan dengan mencegah terjadinya surging , pencegahan surging juga dapat dilakukan dengan memasang bypass line.

Tanya – Risnawan Eriyana

Dear member milis,

Saya berencana ingin meningkatkan flowrate pompa dengan standard API, dengan rate 130 m3/hr, dengan cara konfigurasi dengan pompa dengan pump rate 250 m3/hr. Sehingga bisa didapat pump rate baru 380 m3/hr (penjumlahan dari keduannya). Atas dasar pertimbangan engineering, maka pompa kedua menggunakan standard ISO 5199 dan ASME B73.1 untuk horizontal end suction nya.

Berangkat dari itu saya ingin menanyakan, apakah mungkin bisa sesimpel itu, tentunya dengan meng-upgrade size outlet pipe dan suction pipe juga. Jika tidak kenapa, jika mungkin, apa saja yang harus saya pertimbangkan.

Terimkasih,

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Dear Mas Risnawan

Berikut hal hal penting menyangkut pekerjaan mem-paralelkan pompa:

Pertimbangkan untuk memasang throttle valve atau RO pada masing masing keluaran pompa, sekalipun hal ini akan menambahkan pressure drop namun akan memperbaiki efisiensi keseluruhan dengan mencegah terjadinya surging , pencegahan surging juga dapat dilakukan dengan memasang bypass line .

Terdapat miskonsepsi jika dua pompa yang identik diparalelkan akan menghasilkan flowrate gabungan yang merupakan resultan kedua pompa jika dioperasikan tersendiri. Penambahan flowrate akan diimbangi dengan penambahan hilangnya energi karena gaya gesek fluida dengan pipa di bagian hilir, menyebabkan tekanan keluaran pompa menjadi lebih tinggi dan efeknya adalah mengurangi flowrate yang bersangkutan sedemikian hingga efisiensi menjadi berkurang.
Penambahan flowrate akan lebih besar didapatkan pada pengoperasian pompa-pompa parallel dimana static head mendominasi system head nya (bukan didominasi oleh gaya gesek).
Pompa parallel hanya akan menghasilkan keseimbangan system dan flowrate yang sama jika menggunakan model pompa yang sama, diameter impeller yang sama dan kecepatan rotasional yang sama.
Pompa yang tidak sama tidak identik DAPAT SAJA diparalelkan asalkan mereka memiliki KARAKTERISTIK SHUTOFF HEAD yang sama.
Tidak dianjurkan mengoperasikan pump secara parallel JIKA satu pompa saja sudah dapat memenuhi criteria yang diinginkan .
Pertimbangkan masak masak penggunaan energi pada pengoperasian pompa parallel dan bandingkan dengan pengoperasian pumpa tunggal dengan variable speed drive secara mandiri.
Hindari pengoperasian pumpa parallel yang memiliki karakteristik kurva performance nya yang termasuk kategori “drooping head” (head nya menurun dengan drastic seiring penambahan flowrate, serta memiliki ‘peak head’.

Sebaiknya menilai LAYAK tidaknya menggunakan pompa parallel atau tunggal (dengan kapasitas lebih besar) adalah dengan membandingkan Intensitas Energy (kWh/juta gallon) nya
Pengoperasian pompa parallel kurang lebih membutuhkan 30 persen energi tambahan untuk flowrate yang sama dengan flowrate pengoperasian individual nya.
Apakah sudah yakin dengan compatibility antara ISO-5199 Pump dengan ANSI B73.1 Pump?

Tanggapan selanjutnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia lainnya pembahasan bulan Maret 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut :