Umur tube dalam heat exchanger, bisa estimasi umur pakainya berdasarkan metode assessment seperti di API 579 Fit for Services atau metode statistik seperti Weibull. Yang perlu dilakukan pertama kali adalah jenis degradasi yang di alami tube, apakah pitting corrosion, general corrosion, vibration pada baffle, Hydrogen Cracking pada tube to tubesheet dissimilar weld joint, dsb.

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia pembahasan Bulan Maret 2007

Tanya – dutro

halloo rekan2 semuanya,

Saya mau tanya, apakah secara teoritical kita dapat menghitung umur/estimasi suatu exchanger terutama tube nya( yang dapat menyebabkan kebocoran dll)

terimakasih atas perhatiannya

Tanggapan 1 – Sketska Naratama

Pak Dutro,

Bisa jadi alamat web dibawah ini dapat memperkaya wawasan anda:

http://www.chemeng.queensu.ca/courses/CHEE470/FileDistribution.php

Seingat saya, ada satu file khusus yg membahas perihal Heat Exch. Walau memang tdk lengkap, akan tetapi file tersebut lebih kepada technical nya. Sepengetahuan saya, web ini adalah link download nya mahasiswa chemical eng di Queen University – Canada, utk discuss thesis project mrk. Di coba dulu dech. Mohon maaf jika tidak dapat membantu banyak.

Tanggapan 2 – farabirazy albiruni

Dear Pak Dutro,

Mengenai umur tube dalam heat exchanger, anda bisa estimasi umur pakainya berdasarkan metode assessment seperti di API 579 Fit for Services atau metode statistik seperti Weibull. Yang perlu dilakukan pertama kali adalah jenis degradasi yang di alami tube, apakah pitting corrosion, general corrosion, vibration pada baffle, Hydrogen Cracking pada tube to tubesheet dissimilar weld joint, dsb. Khusus untuk jenis corrosion seperti pitting, general corrosion, atau vibration pada baffle, anda bisa gunakan NDT electromagnetic methods seperti EC, RFEC, ato MFL tergantung jenis material tube. Sementara untuk jenis hydrogen cracking yang terjadi pada las2an tube to tubesheet yang terbuat dari dua logam berbeda, bisa gunakan UT dengan teknik khusus (dengan probe yang dirancang khusus).Yang agak sulit untuk diestimasi umurnya adalah adalah bila tube mengalami SCC, metode seperti dalam API 579 ato Weibull tidak berlaku sehingga disarankan untuk dimodifikasi baik pada proses maupun pada design HE itu sendiri. Untuk metode inspeksinya tube akibat SCC, anda bisa gunakan Phase Array EC atau dengan single frekuensi dengan rotating/pancake probe bila tubenya non magnetic. Kebetulan, di Pupuk Kaltim metode deteksi ini sudah lama kita kembangkan dengan hasil deteksi yang reliable.

Tanggapan 2 – dutro

Dear Pak Abhie,

sebelumnya terimakasih atas infonya,
sebenarnya saya belum menguasai di bidang HE, bisa terangkan NDT electromagnetic methode, yang di maksud mengalami SSC seperti apa?. ada ga referensi nya tentang NDT electromagnetic.

Tanggapan 3 – farabirazy albiruni

Dear Pak Dutro,

Untuk HE sendiri, banyak buku yang membahas mulai dari desain, perancangan, code, dll. Atau anda bisa googling.

Mengenai NDT electromagnetic sendiri, basic theorynya bisa juga anda googling atau lihat di buku teks NDT Handbook. Perbedaan utama antara metode EC (Eddy Current), RFEC (Remote Field Eddy Current) dan MFL (Magnetic Flux Leakage) terutama pada metode generasi sinyal cacat, design probe & instrument, serta aplikasi. EC untuk non magnetic, sementara RFC dan MFL untuk magnetic material. Singkatnya, ketiga metode ini merupakan powerful method untuk tubing inspection meskipun juga masih memiliki keterbatasan terutama pada tebal maksimal tube yang dapat diinspeksi dan posisi cacat pada tube. Kalau ingin tahu lebih banyak lagi silahkan ambil sertifikasi NDT di bidang ini.

Mengenai tube yang terkena SCC, anda bisa buka studi case yang cukup banyak di ASM Handbook mengenai failure analysis atau googling. SCC teruatama menyerang tube dengan material austenitic (SS Austenitic maupun Nickel Based Alloy). Baik vertical maupun horizontal tube bundle dua2nya bisa terserang asal terdapat dua syarat utama yaitu tensile static stress (bisa berasal dari residual stress akibat manufacture or expand tube, welding, dsb) dan adanya agen pengkorosi dalam jumlah yang memadai untuk memicu SCC (pada austenitic steel biasanya ion Cl, untuk jumlah agen pengkorosi bisa dilihat di diagram SCC untuk spesifik material). Mengenai metode NDT electromagnetic untuk deteksi SCC, bila anda membutuhkan, anda bisa kontak kami (maaf ini bukan promosi). Mungkin teman2 lain seperti dari Radian atau dari NDT services company punya pengalaman yang berbeda mengenai metode ini, mungkin bisa saling sharing…