Select Page

Dalam pekerjaan sehari-hari, kita sering mendengar tentang tender. Perusahaan atau
instansi yang membutuhkan jasa pihak lain, akan melakukan tender untuk mendapatkan
penawaran yang kompetitif. Jenis pekerjaan yang ditenderkan bisa beragam, dari
pengadaan barang, proyek bangunan, pekerjaan maintenance sampai pada penyediaan
tenaga kerja. Bagi para engineer, tender yang paling sering ditemui tentunya tender
pekerjaan engineering dan pekerjaan konstruksi. Tulisan ini akan membahas tentang pola
kerja dan strategi kontraktor dalam menyusun proposal tender, terutama dalam
mengantisipasi resiko pekerjaan.

Kristiawan

Dalam pekerjaan sehari-hari, kita sering mendengar tentang tender. Perusahaan atau
instansi yang membutuhkan jasa pihak lain, akan melakukan tender untuk mendapatkan
penawaran yang kompetitif. Jenis pekerjaan yang ditenderkan bisa beragam, dari
pengadaan barang, proyek bangunan, pekerjaan maintenance sampai pada penyediaan
tenaga kerja. Bagi para engineer, tender yang paling sering ditemui tentunya tender
pekerjaan engineering dan pekerjaan konstruksi. Tulisan ini akan membahas tentang pola
kerja dan strategi kontraktor dalam menyusun proposal tender, terutama dalam
mengantisipasi resiko pekerjaan.
Menyusun penawaran tender adalah bagian pekerjaan yang penting dan juga kritis bagi
kontraktor. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, mereka harus me-review banyak hal
dan mengambil berbagai keputusan beresiko untuk menentukan besarnya penawaran
tender. Penawaran ini, bila menang, akan mengikat kontraktor untuk menyelesaikan
lingkup pekerjaan sebagaimana dijabarkan dalam kontrak.
Sebagai gambaran, untuk menyusun proposal tender proyek konstruksi, kira – kira daftar
pekerjaan kontraktor akan seperti ini :

– memahami scope of work dan kondisi kontrak

– membaca spesifikasi material / pekerjaan dari setiap bagian konstruksi

– melakukan site visit untuk memahami kondisi lokasi

– menghitung seluruh quantity pekerjaan dari gambar tender ( civil, steel structures,
piping, mechanical, E/I, architectural, pipelines )

– meminta penawaran harga dari supplier / subkontraktor

– membuat review tentang metode konstruksi yang akan digunakan

– membuat review tentang resources yang diperlukan

– menganalisa harga satuan setiap pekerjaan

-menyusun schedule pekerjaan, untuk dibandingkan dengan jangka waktu
penyelesaian proyek yang diminta oleh Client.

Dari kegiatan di atas akan didapat estimasi basic cost dan schedule dari proyek yang ditenderkan.

Pada saat yang bersamaan, kontraktor juga melakukan risk analysis :

– identifikasi resiko yang ada dalam draft terms & conditions of contract

– identifikasi resiko yang akan dihadapi selama pelaksanaan kerja

– menganalisa resiko yang bisa dihindari / ditransfer ke pihak lain.

– menganalisa resiko yang harus dikendalikan oleh kontraktor, bagaimana
pengaruhnya terhadap schedule dan biaya proyek. Berapa besar contingency biaya/ waktu yang harus ditambahkan ke basic cost / schedule untuk mengantisipasi resiko tersebut

Share This