Select Page

Sifat material yang dilapisi dengan proses calorizing akan menjadi tahan terhadap temperatur tinggi ( Terutama tahan terhadap proses oksidasi ). Kalau diluar negeri proses ini biasanya digunakan untuk plat-plat di dapur tinggi.

Tanya – Harmadi

Yth. Rekan2 milist,

Saya sedang membuat perubahan spec material pada komponen exhaust kendaraan (muffler/knalpot). sebagian diantaranya akan saya gunakan material SUS (Steel Use Stainless), terutama yang kontak langsung dengan gas buang dan panas. Pihak principal memberikan rekomendasi menggunakan SUS 409. Ternyata dengan material tersebut di pihak Vendor (pembuat muffler) mengalami kendala. Saya bermaksud mencari material alternative yang memiliki kemiripan dari sisi quality dan cost.

Yang ingin saya tanyakan :

1. Untuk klasifikasi material sesuai dengan penggunaan, mana yang lebih bagus Austenitic SUS, Feritic, atau Martensitic?

2. Bila saya ingin mencari grade alternative dari material tersebut, mana yang sesuai dilihat dari quality dan cost?

3. Bagaimana performance jika saya buat dengan Steel sheet biasa
(Misal:SPCC, SPHC) dengan surface treatment dibanding dengan SUS?
Mohon pencerahannya, terimakasih.

Tanggapan 1 – Darmayadi

Pak Hamadi,

Kebetulan saya pernah kerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pelapisan dengan cara Calorizing.
Sifat material yang dilapisi dengan proses calorizing akan menjadi tahan terhadap temperatur tinggi ( Terutama tahan terhadap proses oksidasi ). Kalau diluar negeri proses ini biasanya digunakan untuk plat-plat di dapur tinggi.
Kebetulan saat ini yang dilapis adalah pipa carbon steel untuk digunakan memasukkan oksigen kedalam dapur peleburan baja. Kemaren saya bertemu dengan presiden direktur perusahaan tersebut, mereka memang sedang ada melakukan beberapa pengembangan yang salah satu diantaranya adalah bagaimana proses calorizing ini dapat digunakan pada industri otomatif. Salah satu yang saya sarankan kepada beliau ialah bagaimana jika mereka mulai dari knalpot kendaraan ? Jika anda tertarik, saya bisa kenalkan anda ke beliau, dan kemudian bersama-sama dengan perusahaan pembuatan muffler tersebut melakukan beberapa penelitian. Jika anda butuh bantuan mahasiswa anda bisa saya bantu dengan memperkenalkan anda ke Departemen Material and Metalurgi UI. Berikut saya kutipkan definisi dari Proses Calorizing :
‘Calorizing is a treatment which modifies the material surface through an aluminum diffusion process. Gasified aluminum diffuses to form ferro-aluminum alloy layer on the surface of steel material. The calorized layer is not removed like other type of plating. The key characteristic is its resistance to oxidation at high temperature. Calorized material is essential in products used at high temperature, including lance pipes, boiler parts, and heat exchanger tubes. In addition to oxidation resistance, the calorized material is also highly resistant to carbonization, stress corrosion cracking (SCC) and abrasive wear’.

Tanggapan 2 – abhiee_ui

Pak Darmayadi, Bung Harmadi ini juga merupakan salah satu alumni metalurgi ui. Dia satu angkatan dengan saya (1997).

Modifikasi dan rekayasa material untuk mendapatkan sifat mekanis, fisik dan kimia yang lebih baik memang selalu menarik. Kalo ada literatur mengenai calorizing, bisa gak di share ke saya lewat japri Pak?

Btw, temperatur max. operasinya berapa? Kalau > 450 degree celcius, memang sebaiknya menggunakan yang jenis austenitik dibandingkan ferritik (akan mengalami embritlement pada 475 degree celcius) or martensitic karena jenis austenitik memiliki high temperature corrosion and high temperature mechanical properties yang lebih baik dibandingkan ferritic or martensitik. Namun sepertinya temperatur operasinya masih < 450 degree celcius coz pihak principal menyarankan menggunakan SUS 409. Sebenarnya ada satu material dari grade yang sama yang umum digunakan sebagai komponen otomotif, yaitu SS 403. Material ini cukup memadai baik dari segi mechanical (fatigue) or corrosion resistant karena banyak digunakan pada rotor dan blade pada gas turbine. Kalo mengenai cost, saya pikir tergantung dari banyaknya proses yang terlibat sampai material tersebut menjadi komponen yang ready to use.

Tanggapan 3 – Darmayadi

Sdr.Abhi, thank atas informasinya.

Mengenai proses Calorizing, sebenarnya teknologinya merupakan teknologi tua, namun tidak begitu berkembang sehingga literatur yang membahas tentang Calorizing sedikit sekali.
Saya sendiri baru tahu ada yang namanya proses Calorizing tahun 1990 saat mulai kerja diperusahaan tersebut. Hal yang sejenis dengan proses tersebut adalah proses Sherardizing, chromizing, titaniuminizing, Vanadiuminizing. Kalau di literatur, proses ini masuk dalam bagian Proses Heat treatment. Jika anda ingin tahu lebih banyak, mungkin bisa cari di Perpustakaan Metal UI, karena tahun 1992 ada 2 orang mahasiswa Metalurgi UI angk 1987 yang mengambil thema tentang proses Calorizing terhadap Carbon Steel.

Share This