Select Page

Purge Gas adalah minimun flow pada tekanan yang direkomendasikan oleh OEM untuk menciptakan positive pressure di flare header sehingga mencegah terjadinya burn-back atau flashback atau internal explosion.
Untuk tekhnologi flare sekarang yang cenderung ke arah smokeless flare, mestinya minimum purge gas yang dibutuhkan bukan untuk menjaga flame terlihat dan terbakar pada flare tip.

Tanya – Sastra Mula Siregar

Bapak-bapak YTH,

Tolong sharing standar ataupun pengalaman tentang positive pressure untuk flare header suatu Gas Plant. Berapakah minimum positive pressure yang sebaiknya kita jaga didalam flare header, untuk menjaga flare tetap hidup? apa pertimbangan yang harus dibuat untuk mengoperasikan flare purge?

terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Bang Sastra,

Bisakah dijelaskan sedikit lebih rinci, flare tersebut mau di purging pakai apa ? Dan purging tersebut mau dijaga secara kontinue atau bagaimana ?

Apakah case yg mendasari operasi flare tersebut ?
Berapakah MOC (minimum oksigen concentration) yang mau dijaga dan apakah tujuannya mau mereduce keperluan purging tersebut ?
Berapa kriteria velocity, mach number vent/flare line anda ?

Salah satu paper yg bagus ttg menjelaskan berapa purge rates yg dibutuhkan ditulis oleh Howard W. Husa di Hydocarbon Processing tahun 1964 ‘How to compute safe purge rates’, khusus utk vertical flare

See also in :
http://www.eng-tips.com/viewthread.cfm?qid=15647

Bila anda bisa menjelaskan sedikit lebih rinci, mungkin akan ada diskusi yang lebih asyiik disini.

Tanggapan 2 – sastra mula siregar

Bang Alvin,

Ditempat kerja saya di lapangan onshore, sedang giat2nya mereduce flaring ke atmosphere pada gas plant yang running kontinyu 24 jam/hari. purge gasnya, pakai fuel gas. dan purgingnya bersifat kontinyu. flaringnya sendiri menggunakan flare stack vertical. saya sendiri di operation departemen, untuk detail engineeringnya saya tidak punya.
Yang saya ingin ketahui, adakah batasan – batasan kita mereduce flaring, baik batasan pressure atau flownya?Misalnya kalau cuma untuk menjaga diatas tekanan atmosferik, apakah berarti cukup dengan tekanan 1-2 psig? serta pertimbangan safety kalau ada.
terimakasih banyak ‘

Berikut tanggapan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia Pembahasan Bulan Mei 2007 :

Share This