Select Page

Dari sisi ilmu metalurgi dan material, PWHT (post weld heat treatment) adalah suatu rangkaian perlakuan panas setelah welding, dan biasanya digunakan untuk mengurangi adanya tegangan sisa serta meningkatkan sifat lasan.

Tanya – Maulana Hendra

Selamat sore semuanya :-)..

Saat ini saya sedang mencoba mempelajari ilmu pengelasan dan sangat tertarik untuk mendalaminya, semakin banyak referensi yang dibaca semakin banyak pertanyaan yang timbul….., karena itulah saya mencoba bertanya kepada rekan2 yang lebih mengerti didalam bidang ini.

Saya pernah membaca sebuah artikel mengenai PWHT, ada beberapa hal yang sukar dimengerti, salah satunya adalah bahwa alloying system dan proses heat treatment yang pernah dilakukan sebelumnya pada base metal ( proses quenching dan tempering ) harus dipertimbangkan sebelum menentukan perlu tidaknya dilakukan PWHT (stress relieving), apakah yang dimaksud dengan hal ini?

Terima kasih sebelumnya atas pencerahannya..

Tanggapan 1 – ir_winarto

Dear Pak Maulana H,

Mengenai keingin-tahuan Bapak tentang proses PWHT sangat saya hargai, saya ingin mencoba urun rembuk berbagi pengetahuan tentang Email Bapak yang saya quote sbb:
‘Saya pernah membaca sebuah artikel mengenai PWHT, ada beberapa hal yang sukar dimengerti, salah satunya adalah bahwa alloying system dan proses heat treatment yang pernah dilakukan sebelumnya pada base metal ( proses quenching dan tempering ) harus dipertimbangkan sebelum menentukan perlu tidaknya dilakukan PWHT (stress relieving), apakah yang dimaksud dengan hal ini?’

Dari sisi ilmu metalurgi dan material, PWHT (post weld heat treatment) adalah suatu rangkaian perlakuan panas setelah welding, dan biasanya digunakan untuk mengurangi adanya tegangan sisa serta meningkatkan sifat lasan. Tujuan dari PWHT yaitu : 1. Mereduksi stress yang disebabkan karena proses manufaktur (las); 2. Untuk meningkatkan ketahanan terhadap Brittle Fracture; 3. Untuk meminimalkan potensial hidrogen induced cracking (HIC). Adapun faktor yang paling utama berperan dalam menentukan PWHT adalah ‘komposisi kimia material’ dan ‘ketebalan material’ dan dibeberapa code ASME, AWS dan EN mengatur hal tersebut. Komposisi kimia material termasuk dalam artian sistim pemaduan (alloying system). Unsur paduan umumnya berfungsi untuk meningkatkan sifat (properties) dari material seperti kekuatan, ketangguhan (toughness), ketahanan korosi (corrosion resistance) dll. Semakin tinggi unsur paduan yang terkandung dalam material baja sebagai contoh unsur karbon (C) hingga 0.8 %C misalnya maka kekuatan dan kekerasan material akan semakin tinggi, namun tingkat kemampu-lasannya (weldability)-nya akan semakin menurun. Bila material 0.8% C tadi dilas, maka akan mengakibatkan terjadinya retak las (weld crack). Hal ini disebabkan oleh adanya stress yang tertinggal (residual stress) pada saat proses pembekuan dan pendinginan lasan serta munculnya struktur mikro yang sangat keras yaitu martensite ditambah adanya gas Hidrogen yang larut. Oleh karena itu, dalam mengelas material dengan kadar karbon tinggi (Carbon Equivalent > 0.45%), maka material perlu dilakukan Preheating dan PWHT serta menggunakan elektroda dengan kadar hidrogen rendah (low hydrogen content) seperti misalnya E7018, ER8018 dll.

Material dengan kadar paduan tinggi pada umumnya (misalnya karbon tinggi atau chromium tinggi), biasanya proses penguatannya (peningkatan kekuatan) dilakukan dengan cara perlakuan panas (heat treatment) salah satunya dengan proses celup (quench) dan temper (Q&T), dimana tempering prosesnya antara 250 hingga 400 deg celcius.
Material material yang telah dilakukan Q&T tersebut umumnya memiliki tingkat kekerasan dan kekuatan (tarik & impact) yang optimal. Bila dilakukan temper berlebih (over temper melebihi 400 deg celcius), kekerasan dan nilai impaknya akan menurun, bahkan terjadi kegetasan (embrittlement), sehingga bila material tersebut dilas, maka harus juga dipertimbangkan proses PWHT-nya, mengingat temperatur PWHT umumnya antara 500 hingga 700 deg celcius, dimana temperatur itu melebihi temperatur temper baja tsb, sehingga degradasi (penurunan) sifat material tsb pasti akan terjadi.

Ada beberapa metoda untuk menghindari/mengeliminasi proses PWHT, satu diantaranya adalah proses yang disebut ‘TEMPER BEAD TECHNIQUE’.

Demikian semoga penjelasan tersebut diatas berguna.

Share This