Kinerja tentunya diukur dari sasaran/target (objectives) yang sudah ditetapkan oleh Management dan sistem dalam perusahaan. Sasaran/target tentunya berhubungan dengan peranan dan tanggung jawab departemen tersebut dalam aspek HSE dan sistem manajemen nya. Tiap-tiap perusahaan akan berbeda memberikan peranan dan tanggung jawab kepada departmen-departemen yang merupakan sub-organisasinya. Karena akan tergantung dari tuntutan dan tantangan peran yang diberikan. Termasuk juga Departemen HSE perusahaan A akan berbeda pula fungsi, peranan dan tanggung jawabnya dengan Departemen HSE perusahaan B.

Tanya – Maulina

Kpd Yth Bapak/Ibu semua..

Adakah suatu standar atau acuan yang sering digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja Departemen HSE di suatu perusahaan selama satu tahun?

jika ada, mohon agar saya diinformasikan bisa mengambil referensi dari mana, kemudian langkah-langkah metodenya apa saja sehingga dapat menilai seobjektif mungkin. terimakasih banyak sebelumnya..

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Wah kalau mengukur kinerja Department bukankah merupakan wewenang Vice President yang mengepalai satu Divisi yang terdiri dari Departemen-Departemen di bawahnya? Atau ini dilakukan oleh lembaga audit tertentu?

Sebuah pengukuran hanya bisa dilakukan dengan terlebih dahulu mengembangkan satuan ukuran dan sistem pengukurannya (tata cara penilaian, pembobotan, protocol audit/penilaiannnya, accountability, dan benchmarking side nya).

Jika ini sudah dipunyai yah tinggal mengutus orang yang capable untuk mengukurnya.

IIPS pernah melakukan metrik pengukuran pada salah satu perusahaan, dengan memakai sistem penilaian yang telah disusun sebelumnya. Sistem yang kita anut adalah Process Safety Management a la IIPS.

Tapi sayang sekali, karena ini merupakan property organisasi yang sifatnya rahasia, kami tidak dapat membaginya.

Referensi kita antara lain:

Process Safety Management nya CCPS-AIChE

Process Safety Management nya DuPont

ISRS nya Det Norske Veritas

Semoga membantu,

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Kinerja tentunya diukur dari sasaran/target (objectives) yang sudah ditetapkan oleh Management dan sistem dalam perusahaan. Sasaran/target tentunya berhubungan dengan peranan dan tanggung jawab departemen tersebut dalam aspek HSE dan sistem manajemen nya. Tiap-tiap perusahaan akan berbeda memberikan peranan dan tanggung jawab kepada departmen-departemen yang merupakan sub-organisasinya. Karena akan tergantung dari tuntutan dan tantangan peran yang diberikan. Termasuk juga Departemen HSE perusahaan A akan berbeda pula fungsi, peranan dan tanggung jawabnya dengan Departemen HSE perusahaan B.

Kalau fungsi, peranan dan tanggung jawab Departemen HSE saja tidak jelas, maka ini lah yang sebenarnya menjadi masalah utama. Karena, pertanyaan berikutnya, untuk apa departemen ini diadakan ? Banyak departemen-departmen HSE yang hanya menjadi penyedia pasukan polisi berbaju merah yang menjadi pengawas agar para pekerja memakai PPE. Kalau ada yang melanggar lalu disempriiiiiiiiiiiit. Tapi kalau toh memanhg itu peranan yg diberikan oleh perusahaan, ya apa boleh buat, kinerja tinggal hitung jumlah sempritan/tahun yg akurat dibandingkan dg jumlah sempritan yg tak akurat X 100 %.

Anyway,
Secara umum biasanya Departemen HSE berfungsi untuk mempromosikan system manajemen HSE agar pada akhirnya menjadi budaya HSE. Sejauh mana system itu menjadi pedoman praktis dalam beraktivitas, bisa jadi merupakan tolok ukur Departemen HSE.

Hal yang umum juga, departemen HSE juga menjadi penyelenggara administrasi sistem HSE tersebut seperti, pusat pelaporan kecelakaan, pusat gerakan aksi yang harus dilakukan untuk menginvestigasi kecelakaan tersebut, pusat penyebaran informasi dan pelajaran yang timbul dari kecelakaan. Jadi seperti sebuah kesekretarian yang merupakan pusat atensi aspek HSE. Nah…….ini khan juga bisa diukur kinerjanya, baik efektifitasnya (keakuratan) maupun efisiensinya seperti (kecepatan).

Secara khusus, fungsi departemen HSE akan berbeda-beda pada tiap perusahaan. Satu contoh, bisa saja tahun kemarin departemen HSE diberi tanggung jawab untuk menjadi sponsor untuk pengembangan sistem HSE dalam ‘Operation and Controlling of Lifting Equipment and Lifting Gear’ , yang ditrigerr oleh kasus kecelakaan karena putusnya sling saat pengangkatan barang.

Selamat mendfinisikan tolok ukur bagi kinerja dept. HSE anda.