Select Page

Salah satu kehebatan anak negeri, sayang tidak terpublish dengan baik sehingga tetap tidak berkembang luas. Bayangkan hanya dengan 0,1 liter minyak tanah bisa memasak sampai 24 jam, berapa penghematan yang bisa dicapai setiap rumah tangga dan pada akhirnya negara? Kenapa pemerintah tidak melihat ini sebagai karya hebat anak negeri, yang harusnya dijadikan proyek percontohan negara, daripada harus beli kompor gas yang sebetulnya tidak murah?

Tanya – Luhur Wibowo 93

Dear milist, ada yang bisa ngasih cara kerja kompor bahan bakar air dicanpur bahan bakar minyak dengan perbandingan 1 minyak tanah : 10 air? aku lihat di beberapa TV menayangkan hal itu di banyumas bahkan ada investor asal jerman yang menawar hak patennya 1.4 milyard rupiah.
LIPI sendiri gmn?

Tanggapan 1 – Andy

Pak Luhur & rekan2 KMI,

Menarik nih – dari sisi pemerintah bisa menghemat subsidi BBM, volume pemakaian & emisi – tapi apa bener tuh blend ratio-nya?
Saya kebetulan punya sedikit pengalaman dengan solar(HSD)/MDO/HFO oplos air (water) sampai 20% pada mesin diesel yang bisa menurunkan NOx hingga 20% juga (80% fuel + 20% water) – alternative sebelum mikir beli SCR untuk reduce emisi gas buang.

Kuncinya di kesetabilan emulsi antara fuel & air (water) dengan butiran emulsi hingga 3 micron – perlu homogenizer system.
Untuk dunia perkapalan malah sudah di ACC oleh GL & LR – so gak perlu ragu. Beberapa produsen fuel sudah jual di eropa & amerika secara bebas, bahkan di support sama EPA & CARB.

Bukannya cara ini lebih tepat dari pada biosolar yg hanya merangsang investor perkebunan/pabrik biodiesel ????? tp buat pasar export laris manis kok.

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia Bulan April 2007 dapat dilihat dalam file berikut :

Share This