Select Page

Dari standard keselamatan penerbangan civil penggunaan HP tidak diperkenankan selama penumpang dalam pesawat. Artinya sebelum masuk HP dimatikan dan setelah meninggalkan pesawat (diluar pesawat) HP baru boleh dihidupkan kembali.

Tanya – iwan saputra

Dear Rekan-Rekan,

Saya ingin bertanya mengenai pemakaian alat-alat elektronik dan HP di pesawat pada saat pesawat lagi mengudara, apakah berbahaya bagi keselamatan Transportasi atau tidak berbahaya..?
Karena setahu saya pada saat kita di dalam pesawat sebelum pesawat take off, selalu di perdengarkan agar kita mematikan HP dan mematikan alat elektronik lainnya..

Cerita ini adalah pengalaman saya naik Pesawat Sriwijaya Air Pekanbaru – Medan, tanggal 28 April 2007 jam 12.50 wib, tapi agak delay karena baru berangkat jam 13.10. no. penerbangan SJ011. Di dalam pesawat, pada saat pesawat lepas landas dan mendarat , penumpang tersebut memekai Ipod dan tidak ditegur oleh Pramugarinya..

Dan keesokan harinya saya naik Sriwijaya air tujuan Medan – Pekanbaru tanggal 29 April 2007 jam 11.20 wib, no. penerbangan SJ010, ini yang lebih bahaya lagi..pada saat pesawat mau take off, bunyi hp berdering dan dengan enaknya penumpang tersebut menerima telepon tanpa memikirkan bahwa bahaya akan terjadi bila hal tersebut mengganggu sistem navigasi pesawat.
Dan saya yakin selama di dalam pesawat hpnya tak dimatikan karena dia sms an terus. Berhubung saya duduknya tidak disebelahnya maka saya lihatin saja dia.
Dan dia tahu diperhatikan maka dia pindah tempat duduk ke belakang agar dia bebas sms an tanpa diperhatikan orang lain. Dan hal itu tidak disadari oleh para pramugarinya karena mereka asyik mengurus makan dan belanja para penumpang.

Dan lebih menjengkelkan lagi, pas pesawat mau mendarat, dia telpon temannya lagi..

Dan selama mengalami dua penerbangan tersebut, saya udah pasrahkan diri bila mana terjadi apa-apa dengan pesawat tersebut. Tapi akhirnya selamat juga..

Dan saya mau tanya juga apakah ini termasuk sabotase atau apa?

Dan saya sarankan kepada teman-teman para penumpang pesawat bila menemukan penumpang yang seperti ini hendaknya punya keberanian untuk menegurnya karena tindakan dia cukup membahayakan penumpang lain. Apalagi pas Take off and Landing , dia sms dan telpon temannya.

Dan kalau boleh usul, hendaknya Hp-Hp dan alat2 elektronik dikumpulkan di dalam pesawat dan ditempatkan di dalam suatu kotak khusus. Agar bahaya yang akan mengganggu system navigasi pesawat dan bila penerbangan berakhir dan sampai tujuan, hp nya dikembalikan lagi..

Harapan saya agar jangan terjadi lagi kecelakaan-kecelakaan transportasi di Indonesia gara-gara kelalaian dan kecerobahan manusia.

Tanggpan 1 – Indra Prasetyo

Karena harga tiket pesawat sekarang ini makin murah, maka banyak orang yg tadinya cuma bisa naek bis, sekarang pada naek pesawat. Nah, dipikirnya orang2 itu naek bis sama naek pesawat sama aja. Jadi maklum aja kalo nemu orang kampungan kayak gitu, saya juga sering, tapi kalo naek Garuda biasanya pramugarinya berani negor penumpang tsb utk mematikan HP-nya.

Tanggapan 2 – Donny Sandy Sanjaya < Saya koq agak kurang sependapat dengan apa yang disampaikan mas Indra bahwa karena tiket murah, maka yang dulunya naik bis sekarang bisa naik pesawat dan mereka inilah yang melanggar peraturan larangan HP. Mungkin ini memang benar untuk sebagian orang. tetapi pengalaman saya justru tidak sedikit juga orang-orang dengan jas dan penampilan terdidik yang dengan santainya masih menelpon saat sudah masuk pesawat ataupun menyalakan HP saat pesawat belum berhenti atau masih di dalam pesawat. Orang-orang yang seperti inilah yang lebih menjengkelkan kita tentunya, karena secara pendidikan tentunya mereka lebih terdidik untuk memahami peringatan yang diberikan oleh awak pesawat. Pak Gede, Bagaimana dengan IPOD atau MP3 player yang lain? Kalau saya tidak salah, alat-alat tersebut boleh dinyalakan asal tidak pada saat take off atau mau landing. Mungkin bisa share mengenai hal ini pak.

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan April 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut :