Select Page

Sebuah pressure vessel yang dirancang oleh fabrikator dengan dipasang 3 buah safety valve dengan tekanan yang berbeda, 3 buah safety valve dengan tekanan bertingkat tersebut atas permintan pihak operation akan di set menjadi 3 buah safety valve dengan tekanan yang sama, adakah requirement yang mengatur masalah tersebut? Kira – kira apa maksud dari engineer PV tersebut dengan memasang 3 buah PSV apabila dengan satu buah PSV dengan flow rate besar sudah cukup. Pembahasan selengkapnya dapat dilihat di halaman berikut.

Tanya – Danang Cahya

Mohon Pencerahan,

Sebuah pressure vessel yang dirancang oleh fabrikator dengan dipasang 3 buah safety valve dengan tekanan yang berbeda, 3 buah safety valve dengan tekanan bertingkat tersebut atas permintan pihak operation akan di set menjadi 3 buah safety valve dengan tekanan yang sama, adakah requirement yang mengatur masalah tersebut? kira – kira apa maksud dari engineer PV tersebut dengan memasang 3 buah PSV apabila dengan satu buah PSV dengan flow rate besar sudah cukup.

Tanggapan 1 – cahyo@migas-indonesia.com

Maksudnya kelihatannya adalah untuk menghindari chatter, akan tetapi setting ke 3 PSV tsb harus dibuat berbeda, kalau tidak, akan tetap terjadi chatter.

Maksud kedua mungkin, ada PSV yang idle 3 buah, yang kapasitasnya cukup shg tidak perlu beli PSV besar yang baru.

Maksud sesungguhnya, mungkin bisa ditanyakan langsung ke engineernya atau mungkin bisa membaca informasi di API ttg PSV.

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Mas Danang,

Selain destructive terhadap system mekaniknya (sambungan flanges atau bodi PSVnya sendiri)peristiwa chattering (tepuk tangan) ternyata menyebabkan berkurangnya kapasitas rata-rata PSV itu sendiri.

Kecenderungan untuk menyebabkan fenomena chattering biasanya disebabkan oleh penggunaan persamaan Homogenous-Equilibrium Model (HEM) yang seringkali terlalu konservatif atau oversize (kegedean). Sebaiknya untuk menghindari chattering gunakanlah persamaan Equilibrium Rate Model (ERM) untuk menghitung size (kapasitas) PSV.

Selain untuk menghindari fenomena chattering, pemasangan multiple PSV biasanya juga didasari oleh maintenance requirement, agar system tetap berfungsi sementara satu atau lebih PSV yang lain sedang dikalibrasi (sertifikasi oleh Migas) atau di rawat.

Apakah multiple PSV lebih reliable? Harus dilihat dulu PFD (Probability Failure on Demand) masing-masing PSVnya. Jangan-jangan karena mentang-mentang sistemnya redundant, terjadi kesalahan penghitungan flow yang akhirnya menaikkan PFD nya.

Oh iya, sedapat mungkin kalau ada hubungannya dengan process vessel, hindari pemasangan PSV pada downstream pipingnya. Sebaiknya pemasangan PSV sebelum (upstream) nya vessel atau upstreamnya mist eliminator pada vessel.

Mit freundliechen gruessen,

Tanggapan selengkapnya :

Share This