Perhitungan jumlah pad-eye tergantung dari besarnya blok dan juga ketersediaan dari lifting machine/Crane dan yang paling utama berat blok itu sendiri (dead weight).
Jika joint blok hanya vertical lifted dan horizontal shifted perlu di cari (di hitung) COG-nya (Center Of Gravity) x-y plan (2D). Tapi jika joint blok harus lifted, turned dan shifted maka COG z plan (3D) HARUS di ketahui posisi fix nya (untuk menentukan posisi dari swivel-lug).

Tanya – Firman Susilo Hidayat

Dear rekan rekan sekalian,

Saya ingin bertanya pada para lifting engineer tentang pemilihan pad eye untuk mengangkat block pada proses erection(joint block) pada bangunan laut/kapal. Gimana perhitungannya jumlah pad eye, ukuran pad eye dan penentuan letak pad eye pada block tersebut.

Mohon penceharannya dari rekan2 sekalian.

Tanggapan 1 – Jurie Sulistio Kumara

Saya coba jawab walaupun cuma seingatnya saja, soalnya sudah 4 tahun gak jadi engineer shipyard.

Pemilihan pad-eye (eye-lug) lebih di dasari dari:

– Sling load

– Sling angle

– Out plane angle (kalau ada, tapi lebih baik di hindari)

– Pin diameter (Pin shackle berdasarkan SWL-nya)

– Steel grade / Yield stress

– Weld grade

Perhitungan jumlah pad-eye tergantung dari besarnya blok dan juga ketersediaan dari lifting machine/Crane dan yang paling utama berat blok itu sendiri (dead weight).
Jika joint blok hanya vertical lifted dan horizontal shifted perlu di cari (di hitung) COG-nya (Center Of Gravity) x-y plan (2D). Tapi jika joint blok harus lifted, turned dan shifted maka COG z plan (3D) HARUS di ketahui posisi fix nya (untuk menentukan posisi dari swivel-lug).

Jumlah pad-eye biasanya 4 buah/blok untuk menjaga stabilitas/keseimbangan blok dan juga sling forcenya sendiri. Jika blok beratnya 70 Ton dan di pakai 4 buah pad-eye maka masing2 menerima beban 70/4 = 17.5T, perhitungkan Safety Factor nya (dulu saya ambil SF=2 untuk mengantisipasi beban kejut dan gravity). SWL pad-eye = 17.5 x 2 = 35 T, pakai juga shacke 35 T.

Kalau untuk turning blok jumlah pad-eye bisa lebih dari 4, selain harus menyediakan swivel lug 2 buah juga harus di sediakan pad bantuan, kuncinya yaa di COG itu.
Dulu saya pernah punya pengalaman turning blok 250 T, posisi swivel lug sudah projected dari COG longitudinal, tapi untuk vertical gak bisa di center karena keadaan struktur dan menghindari momen yang besar akibat dari konstruksi kantilever dari swivel lug.
Penggeseran posisi lug dari COG di maksudkan agar blok akan berputar karena gravitasi berat sendiri, (dalam hal ini lifting sequence di perlukan oleh rigger dan operator crane). 2 crane 150T sebagai main untuk swivel lug dan 1 crane 50 T sebagai guidance pada pad-eye bagian ujung, Ke tiga crane lifting bersamaan sampai ketinggian minimum untuk turning memenuhi. Ketika ketinggian sudah mencukupi si guidance crane menurunkan sling dimana diharapkan blok akan terputar akibat perbedaan berat dari COG. Kenyataan di lapangan ternyata si block idle/balance, tidak berputar sebagaimana sequence awal. Dengan sangat terpaksa blok diturunkan kembali karena harus di tambah counterweight untuk kompensasi nilai pergeseran dari COG. Di sinilah perlunya ketelitian dalam penentuan/perhitungan COG suatu struktur.

Untuk ukuran pad-eye bisa dari SWL-nya (sling / shackle):

– Outer radius main plate di disain dari principal dimension shackle dan diameter sling.<.p>

– Panjang dan tebal badan main plate untuk check Tension, Bending, Tension+Bending dan Shear

– Jika dengan main plate saja ternyata Rupture Shear akibat dari pin hole tidak mencukupi, maka harus di doubling dengan ‘cheek plate’ dan di periksa kembali rupture, bearing dan weldingnya sekalian.

– Terkadang gusset plate di perlukan untuk jaga-jaga jika terjadi out plane angle sewaktu lifting.

Penentuan letak pad-eye pada blok adalah pada strong point area, kalau kapal biasanya pada bulkhead, transverse beam atau longi beam. Jika karena suatu hal atau pertimbangan struktur atau sling kondisi (length, angle) harus si pasang pada weak area maka temporary atau additional reinforcement solusinya.

Semoga membantu dan CMIIW.

Jurie_s

Note: Bung Firman, coba buka buku JIS lama di Engdept warnanya hitam dan tebal, di sana ada standard baku ukuran eye-lug beserta SWL nya. Kalau untuk heavy lift yyaa harus ngitung (paling gampang pake ANSYS, kalau nggak bisa manual juga cepet kok). Contoh2 pad-eye, swivel lug dan lifting sequence coba lihat file2 lama: Quay Crane Jurong Port, HLV nya Bayu Undan, De-Sal13,VLCC-Rodolfo Mata, H139-DSV-III, H141,H142,H145,H147,H153/154.

Tanggapan 2 – Firman Susilo Hidayat

Terima kasih pak atas penjelasannya,
Kemudian ada yang ingin saya tanyakan lagi pak, untuk pengecekan pengelasannya apakah cukup pakai dye penetrant atau harus pakai MPI(Magnetic Particle Inspection), soalanya ada yang bilang cukup pakai dye penetrant, ada yang bilang harus pakai MPI.