Select Page

FF Repeater (seperti Smar RP302 https://www.smar.com/products/rp302.asp atau RP312-S
https://www.smar.com/products/rp312.asp) adalah sebuah penguat signal sekaligus dengan adanya power supply, mengatasi kekurangan tegangan karena voltage drop pada cable. FF Repeater diperlukan untuk instalasi kabel yang panjang atau penggunaan field devices dengan konsumsi power besar.

Tanya – Sabar Manurung

Pak Waskita,

Sebuah system dengan memakai F/F, saya lihat sedikit ada penambahan instrument di lapangan.

Katakan lah untuk sebuah system SPUR dengan H1 network, dilapangan kan akan ada embedded repeater dengan IS barier.

Apakah Box ini juga perlu di calibrasi, atau cukup dengan field devices nya aja.

Kalau perlu, lantas apanya yang harus di kalibrasi dan kalau melakukan LOOP TEST , apakah sudah harus tersambung dengan repeater ini dengan Field devices?

Kalau tersambung, kan dia tidak nyambung karena IS barriernya.

Tolong ya pak Waskita.

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Bang Sabar dan rekan-rekan,

Karena informasi ini baik untuk diketahui rekan-rekan milis Migas Indonesia dan Wifgas, maka email ini saya kirimkan juga ke milis Migas_Indonesia dan Engineers Wifgas.

1. Beberapa Fieldbus field cabling accessories:

a) FF Repeater (seperti Smar RP302
https://www.smar.com/products/rp302.asp atau RP312-S
https://www.smar.com/products/rp312.asp) adalah sebuah penguat signal sekaligus dengan adanya power supply, mengatasi kekurangan tegangan karena voltage drop pada cable. FF Repeater diperlukan untuk instalasi kabel yang panjang atau penggunaan field devices dengan konsumsi power besar.

Berikut saya quote cuplikan keterangan dari FF Repeater tersebut untuk referensi:

The RP302 takes an incoming signal from one network segment, ‘cleans’ it for errors, and re-transmits the signal at full strength to another network segment, maintaining signal quality and message integrity. throughout all network segments. The RP302 performs this function in a bi-directional fashion to support Fieldbus Networks. It is fully compliant with the IEC1158-2/ISAS50.02 physical layer definition and specifications for Foundation Fieldbus and PROFIBUS.

b) Fieldbus IS Safety Barrier ada berbagai macam, yaitu:

i. Legacy IS (seperti konsep pada 4~20mA) dan FISCO (Fieldbus Intrinsically Safe Concept);

ii. ada yang passive (tanpa Repeater) dan ada yang active (dengan Repeater);

iii. ada yang isolated dan ada yang non-isolated.

c) Fieldbus Active Junction Box: Apabila terjadi short circuit pada H1, maka seluruh device pada H1 Network ybs akan failed (tidak bias berkomnikasi dan tidak mendapat power supply). Untuk mencegah hal ini, gunakan Fieldbus Active Junction Box yang dilengkapi dengan short circuit protection (umumnya berupa current limiter untuk setiap spur), sehingga apabila terjadi short circuit pada spur tsb, Fieldbus Devices lain pada H1 Network yang sama tetap berfungsi. Ada yang menggabungkan short circuit protection ini dengan IS Barrier, Repeater, Power Supply dan Power Supply Impedance (beberapa Vendor menyebut sebagai Power Conditioner) dan mengemasnya dalam suatu field junction box enclosure.

d) Seperti anda ketahui, FOUNDATION FieldbusT dan Profibus PA mempunyai Physical Layer dan Data Link Layer yang sama, maka Repeater, IS Barrier dan Field Cabling accessories lainnya bisa dipergunakan untuk FOUNDATION FieldbusT maupun Profibus PA.

2.Karena Fieldbus field cabling accessories tidak merubah signal dan transmisi signal dilakukan dalam bentuk digital (langsung dalam Engineering Unit), maka trimming / kalibrasi pada field cabling accessories tidak perlu dilakukan, seperti yang harus kita lakukan pada Transducer atau Analog (4~20mA) Repeater.

3.Loop Test harus dilakukan dimana semua devices termasuk field cabling accessories dalam keaadaan terpasang (installed).

4. Ada perbedaan dalam melakukan loop test / check (continuity check):

a.Pada 4~20mA kita melakukan loop check menggunakan Ohm Meter dan jumper dari kedua ujung kabel, sehingga kalau kita menggunakan isolated atau repeated (oleh Repeater) IS Barrier, maka loop test harus dilakukan pada setiap segment.

b.Pada FF cukup melakukannya melalui ‘Live List’ dan tampilan hirarki cabling (semacam Windows Explorer) pada configuration tool software. Pada tampilan-tampilan tersebut bisa kita lihat devices apa saja yang terpasang dan pada H1 Network yang mana. Segment dan Spur tidak terlihat karena Fieldbus field cabling accessories tidak mempunyai Fieldbus Node Address maupun function block; untuk memastikan perlu dilakukan inspection pada field wiring.

5. Untuk insulation test:

a. Antar Signal cable (+) dan (-) wire: harus dilakukan pada segment cable yang terbuka (semua field device, IS Barrier, Repeater, Short circuit protection, dsb tidak terpasang).

b. Signal cable cable (+) dan (-) wire to Ground dan Device & Accessories isolation: Dengan menggunakan low voltage (32VDC max) bias dilakukan serempak dalam keadaan semua device terpasang, atau dilakukan secara individu untuk masing-masing cable segment, device dan accessories. Kalau menggunakan high voltage isolation tester seperti Megger (>32VDC), maka test harus dilakukan secara individu atau melepas component yang mempunyai threshold voltage terhadap ground, seperti IS Barrier, Surge Protector dsb.

c. Untuk Fieldbus, sebagai rule of thumb, isolation resistance to ground harus > 10 MOhm. Isolation resistance kurang dari 10 MOhm umumnya menimbulkan masalah. Perhatikan agar seluruh field cabling installation agar sealed (water tight) termasuk tutup enclosure, dsb. agar tidak kemasukan moisture.

6. Grounding:<./p>

a. Karena H1 (31.25 kbps) menggunakan frequency yang relative jauh lebih tinggi daripada 4~20mA signal (PV umumnya < 10Hz), maka masalah grounding menjadi sangat penting pada Fieldbus.

b. Yakinkan tidak terjadi multiple grounding, dan hanya gunakan satu central grounding (umumnya di lokasi Control Room).

c. Shield drain wire harus interconnected di semua junction box maupun accessories wiring.

d. Jangan connect shield drain wire ke body dari device, junction box atau accessories lainnya yang umumnya merupakan local ground.

Semoga beberapa keterangan diatas menjawab pertanyaan anda dan menambah wawasan untuk successful Fieldbus installation.

Share This