Nilai SIL HIPPS yang akan dipasang sejatinya musti memenuhi kriteria perlindungan process yang dibutuhkan (dalam hal ini bisa dilakukan dalam suatu SIL study atau lebih komprehensif dilakukan HAZOP dulu, kemudian QRA dan selanjutnya LOPA terlebih dahulu baru kemudian SIL study). Runutan ini pun tidak wajib, karena setiap pengguna memiliki hak untuk menetapkan Resiko yang diterimanya berdasarkan pedoman ALARP (As Low As Reasonably Practicable) yang dianut.

Pembahasan – Crootth Crootth

All

Nilai SIL HIPPS yang akan dipasang sejatinya musti memenuhi kriteria perlindungan process yang dibutuhkan (dalam hal ini bisa dilakukan dalam suatu SIL study atau lebih komprehensif dilakukan HAZOP dulu, kemudian QRA dan selanjutnya LOPA terlebih dahulu baru kemudian SIL study). Runutan ini pun tidak wajib, karena setiap pengguna memiliki hak untuk menetapkan Resiko yang diterimanya berdasarkan pedoman ALARP (As Low As Reasonably Practicable) yang dianut.

Saya pernah baca di standar SIS (tentunya salah satu jenis didalamnya adalah HIPPS) salah satu perusahaan minyak di negeri ini, bahwa unclassified SIL boleh dipasang jika peralatan proses yang dillindungi telah dipasang PSV. Dalam hal ini HIPPS boleh SIL-0 (unclassified), hehehehe

Lucu bukan?

Tanggapan 1 – Sardjono, Don

Mas Crooth@ ans All,

Betul memang banyak hal yang lucu2 yang sering kita jumpai karena banyak pihak baik Company, Contractor, Vendor sama2 belum sepaham tentang ‘binatang’ HIPS ini.

Bahwa HIPS adalah salah satu pilihan system proteksi –> semua akur setujuuu…dengan aklamasi !

Bahwa HIPS boleh SIL 0 –> boaanyaak yang bingung… (saya ulangi SIL ‘NOL’ ???) weleh2….

Yuuk kita dudukkan dulu, SIL itu sejatinya apa ? Safety Integrity Level (SIL) kan merupakan quantitative target goals untuk menentukan various level of safety. Misalnya targetnya SIL 1 artinya probability of failure on demand (PFD) nya antara 0.1 – 0.01 atau safety availibility nya 0.9 – 0.09 ini menurut ISA atau kalo menurut IEC61508 sama dengan risk reduction factor (RRF) nya 10 – 100. (IEC juga mendefinisikan sampai SIL 4)

SIL 0 tidak ditemukan karena memang bisa membuat bingung semua pihak yang masih sadar.

Sharing seperti ini salah satu wahana untuk salih menggamblangkan / mencerahkan satu sama lainnya. Selamat berkarya !

Tanggapan 2 -RITA LISTYANA

Dear Pak Don, Pak Crootth dll,

Wah terima kasih sekali atas masukannya yang sangat membantu.
Memang ‘keberadaan’ dan ‘keandalan’ si HIPS ini kadang-kadang masih diperdebatkan.

Buktinya, pada waktu dilakukan FEED study, system tersebut didesign dengan memasang HIPS di inlet suatu pressure vessel, dengan pertimbangan karena clossing time-nya sangat singkat, sehingga PSV tidak diperlukan lagi.

Tapi entah bagaimana, pada waktu akan dilakukan Detailed Engineering, PSV tetap di pasang di pressure vessel yang inletnya sudah dilengkapi HIPS.

Tanggapan 3 – Sardjono, Don

Kita harus melihat secara overall system.

HIPS adalah last protection jika PSD/ESD gagal, baru HIPS boleh bekerja.
Dugaan saya bahwa vessel masih perlu PSV mungkin untuk skenario lainnya seperti saat HIPS valve menutup kan tidak seketika dan masih ada flowing fluid yang mungkin pressurenya sudah mendekati MAWP vessel sehingga perlu diprotect dengan tambahan PSV, hanya saja sizing PSV tersebut cukup kecil saja karena tidak harus menghandle full flow. Dengan demikian vessel masih aman dan venting systemnya tidak perlu kapasitas besar atau paling tidak bisa menghandle blowdown capacity.
Kalo FEEDnya teliti seharusnya sudah ketangkap sebelum detailed engineering implementation. Hanya saja kadang2 FEED contractor dan/atau onwer melemparkan risk tersebut ke EPC contractor (apalagi kalo lumpsum project). Atau pada saat FEED study menggunakan beberapa asumsi yang bisa saja beda saat detailed engineering.

Tanggapan 4 – Nugroho Wibisono

Pak Don,

Salam kenal Pak. Saya boleh nanya2 juga ya, maklum masih hijau.:) Definisi dari ‘PSD/ESD gagal’ itu bagaimana? Apakah sekuens ‘PSD/ESD gagal kemudian baru HIPPS bekerja’ itu diformulasikan dalam bentuk interaksi proses atau dalam bentuk interaksi sistem? Mohon pencerahannya.

Kebetulan saya bekerja di sebuah plant yg pakai HIPPS dan terpaksa sedikit berurusan dengan makhluk ini karena sesuatu & lain hal, sehingga ketika topik ini muncul, saya ingin nanya2 juga.

Tanggapan 5 – Sardjono, Don

Mas Weby,

Salam kenal juga. Kalo nggak salah anda kan di ConocoPhillips ? Dan rasa2nya juga kita pernah ketemu.
Yang anda tanyakan apa HIPPS untuk WNTS pipeline sepanjang sekitar 650 KM dari West Natuna ke Sakra Island Singapore dimana HIPPS nya dipasang di Sakra Island tersebut ?
Jika benar dan karena ini menyangkut specific project Conoco (waktu itu masih consorsium Conoco, Gulf & Premier) sebaiknya saya jawab via japri supaya kalo ada data yang kemungkinan tidak boleh dirilis kepada umum bisa dijaga.
Dan saya menyarankan sebaiknya anda pakai email address ConocoPhillips untuk kasus ini
Please confirm.

Semoga dugaan saya benar.

Tanggapan 6 – Waskita Indrasutanta

Rekan-rekan,

Sebetulnya dengan dipasangnya PSV, maka kita menambahkan satu Layer of Protection lagi pada SIF. Dengan menggunakan metoda LOPA (Layer Of Protection Analysis), maka untuk keseluruhan SIF (Safety Integrated Function), SIL yang dibutuhkan tetap bisa dipenuhi.

Berdasarkan ALARP, beberapa Layer of Protection yang menggunakan komponen dengan RRF (Risk Reduction Factor) lebih rendah bisa dipergunakan dan mencapai kebutuhan SIL untuk keseluruhan SIF.

Bisa saja semua komponen SIF menggunakan komponen yang unclassified (seperti komponen BPCS yang bila hanya ada satu layer hanya menghasilkan SIL-0); dengan menggunakan beberapa Layer of Protection, hasil overall (integrated) bisa mencapai SIL-3.

Tentunya safety policy yang dianut memerlukan pengkajian (assessment) agar memenuhi safety standard. Dengan hanya mengambil ‘sebagaian’ dari safety policy suatu perusahaan tertentu, kita belum bisa melihat apakah policy tersebut memenuhi safety standard.

Tanggapan 7 – Crootth Crootth

Dari pada ribut silang pengertian soal HIPS dan SIS, mendingan PISS yoo PISS…

Mbak Rita..

Saya kira perlu dilakukan SIL Study yang proper demi menghindarkan overlapping Protection Layer… apakah memang sudah dilakukan SIL Study atas rancangan HIPS di tempat anda?

Tanggapan 8 – Bambang Santoso

Saya kira saran Mas DAM untuk melakukan dulu SIL study sangatlah baik.

Di tempat saya bekerja, SIL Study melibatkan konsultan dari SGSI (Shell Global Solution) dan software nya SILPro.

Mungkin ada juga konsultan lain, atau teman-teman ahli lain, yang dapat membantu – dengan biaya yang lebih affordable (tanpa compromising the results).

Mudah-mudahan operating company nya sudah mempunyai pegangan risk matriks mana yang akan dipakai acuan.

Tanggapan 9 – Waskita Indrasutanta

Setuju, Pak Don!

Dalam standard SIL 0: Safety Availability, PFD dan RRF tidak ada ketentuannya; maka perlu pengkajian terlebih dahulu terhadap komponen yang akan dipergunakan.