O2 (oksigen) adalah faktor penting terjadinya korosi, terutama untuk general corrosion dan biasanya terjadi pada kondisi pH netral (CMIIW). Intinya ada bagian dari metal yg menjadi catodic dan ada yg menjadi anodic, sehingga akan terjadi perpindahan ion.Untuk contoh, Fe (metal) + H2O+1/2O2 akan membentuk Fe2O3 (rust)..dimana 2e- dari Fe akan pindah menuju ke bagian yg banyak mengandung H2O dan O2. product Fe2O3 (rust) akan terbentuk di Anode.

Tanya – Maulana Hendra

Selamat pagi semuanya,…

Saat ini saya sedang mencoba mempelajari masalah korosi, ada beberapa pertanyaan yang timbul setelah membaca beberapa buku referensi, salah satunya adalah mengenai konsentrasi oksigen sebagai salah satu parameter terjadinya korosi.

Mengapa konsentrasi oksigen bisa mempengaruhi proses korosi pada sebuah matreial sejenis, misalnya seperti ini, ada sebuah pipa baja karbon panjang 2 m, 1 meter dari pipa tersebut ditempatkan pada tempat yang konsentrasi oksigennya lebih tinggi dibandingkan sisa 1 meter yang lainnya. Dikatakan bahwa bagian pipa yang ditempatkan pada oksigen berkonsentrasi lebih tinggi akan menjadi Katoda terhadap bagian pipa yang ditempatkan pada oksigen berkonsentrasi lebih rendah yang langsung menjadi anodanya.

Mohon bantuan dari teman untuk memberikan pencerahan….
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih…

Tanggapan 1 – hasyim kurniawan

Dear mas Hendra,

Dalam susana netral dan basa reaksi reduksi yang cenderung terjadi adalah reduksi oksigen menjadi ion hidroksida. Semakin banyak oksigen yang tersedia maka reaksi reduksi semakin mudah terjadi (sisi katoda) dan menimbulkan reaksi oksidasi di tempat lain (sisi anoda) yang notabene sisi dimana oksigen lebih sedikit.
Semoga bisa membantu.

Tanggapan 2 – iswan herlianto

Slamat Siang…

Pak Maulana dan milist’ers…

Betul, O2 (oksigen) itu faktor penting terjadinya korosi, terutama untuk general corrosion dan biasanya terjadi pada kondisi pH netral (CMIIW). Prosesnya seperti yg Riky gambarkan. Intinya ada bagian dari metal yg menjadi catodic dan ada yg menjadi anodic, sehingga akan terjadi perpindahan ion.for example.

Fe (metal) + H2O+1/2O2 akan membentuk Fe2O3 (rust)..dimana 2e- dari Fe akan pindah menuju ke bagian yg banyak mengandung H2O dan O2. product Fe2O3 (rust) akan terbentuk di Anode.

Selain General corrosion yg disebabkan H2O dan O2. korosi juga banyak disebabkan oleh:
– CO2,terjadi pada pipeline yg contentnya sweet. penyebabnya adalah terbentuknya carbonic acid akibat CO2 dan air. Biasanya terjadi di lokasi2 tertentu, seperti bottom or top of pipe and pitting. Korosi ini juga dipengaruhi oleh temperature dan pressure. reaksinya sama seperti general corrosion, cuma akan ada HCO3-(siderite) dan gas H2.
– H2S, terjadi pada pipeine yg contentnya sour (H2S). Penyebabnya terurainya H2S, menjadi 2H+ dan S2-. dimana S2- akan mengikat Fe2+ menjadi Iron Sulphide(insoluble). Pada corrosion type ini, akan banyak timbul efek2 samping yg juga berbahaya, seperti Hydrogen damage, dimana FeS akan menjebak H2 didalam pori2 metal, kemudian 2 akan mengembang, sehingga timbul crack.

Selain itu juga, corrosion bisa disebabkan oleh Microbiologi(SRB=sulphate reducing bacteria), bisa dijumpai di air laut dan tanah. korosi tipe ini terjadi di kapal titanic yg udah karam sejak ratusan tahun lalu.

sepertinya udah kepanjangan..
silahkan di koreksi klo ada kesalahan..baru belajar juga nih..
senang bisa sharing..