Pada dasarnya fouling factor itu tidak ada batasan maximal yang pasti, yang ada dibuku buku hanya menyatakan mininum fouling factor ketika kita design awal sebuah heat exchanger. Karena pada prinsipnya fouling factor hampir sama dengan factor design terhadap suatu rancangan alat, jika kita ambil fouling factor yang besar maka ukuran HE yang kita rancang pun juga semakin besar atau dengan kata lain safety factor nya besar… jadi ketika kita mengambil fouling factor yang mendekati harga minimal maka itu merupakan ukuran HE terkecil yg paling diijinkan.

Tanya – Imam Mahmudi

Dear Rekan Milis Migas

Mohon bantuan pencerahan.

Kami ingin meneliti kandungan kotoran dalam tube (coil) heat exchanger. Kotoran dalam tube itu kemungkinannya adalah geram, oli, debu dan kotoran-kotoran lain.
Saya ingin tahu adalah standar minimal kandungan kotoran dalam tube sehingga tube tersebut dapat dikatakan layak dan memenuhi syarat.
Mohon info jika diantara rekan milis mengetahui hal ini.

Tanggapan 1 – putri anindya

Dear pak Imam Mahmudi,

Yang paling mudah diamati pada HE adalah jika temperatur inlet dan outlet di kedua sisi (hot side dan cold side) sudah tidak sesuai lagi dengan requirement temperatur kondisi prosesnya. Selama kondisi operasi dapat terpenuhi maka boleh dianggap bahwa adanya fouling di tubing masih acceptable. Begitu pula sebaliknya, dan salah satu permasalahan bisa datang dari kondisi fouling di tubing tersebut.

Fouling bisa terjadi di dalam dan di luar permukaan dinding tube tersebut. Untuk standard minimalnya tergantung karakteristik fluida processnya, dan physical properties processnya, misalnya kecepatan fluida, viscosity, dan kondisi turbulensi aliran.

Pada saat perancangan HE biasanya dicantumkan property dari fluida tersebut, termasuk data fouling resistant yang diperbolehkan (bisa dalam satuan m2-hr-C/kcal, atau dalam bentuk satuan ketebalan fouling maksimum). Data fouling resistant dapat diambil dari beberapa literatur, antara lain dari TEMA (untuk tipe shell & tube HE), dari HTRI, atau dari licensor process tertentu.

Demikian, semoga berguna.

Tanggapan 2 – Roslinormansyah

Mas Imam kita kan sekantor ya…….

Setiap design Heat Exchanger, utamanya Shell & Tube, selalu dalam sheet design-nya diberikan nilai fouling factor atau harga Rd-nya. Harga Rd dapat kita tentukan sendiri meski TEMA, referensi Shell & Tube HE, juga memberikan guide. Akan tetapi memang Rd merupakan salah satu indicator bagi optimalisasi proses perpindahan panas yang terjadi sebab harga overall – heat transfer (Ud) sangat dipengaruhi oleh Fouling Factor atau Scale factor. Dan akibatnya proses perpindahan panas (Q) juga sangat dipengaruhi. Biasanya dengan menghitung ulang Q – in process dapat diketahui harga Rd-nya dengan mengacu pada harga Uc (Overall Heat Transfer Coefficient – Clean). Rd hasil hitungan dibandingkan dengan Rd yang ada di Sheet Design. Jika Rd hasil hitungan lebih kecil maka dari Rd di Sheet Design maka perlu dilakukan proses pencucian atau cleaning.

Untuk mencari harga Rd dipakai rumus :

Ud = Uc + 1/Rd

Untuk lebih detail silahkan deh kontak saya lewat telpri.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia lainnya dapat dilihat dalam file berikut :