Select Page

Harga crude oil dipengaruhi oleh beberapa faktor, a.l.: kebutuhan dan supplay dunia, pergantian musim panas dan dingin, politik (perang), dan isu-isu lainnya. Harga tersebut bukan hanya setiap bulan, tetapi kemungkinan setiap hari berubah terutama harga di spot market. Untuk menjamin kestabilan harga, maka biasanya antar produser dan consumer minyak membuat kontrak penjualan/pembelian dalam jangka waktu tertentu, misalnya setiap 3 bulan harga ditinjau kembali.
Untuk menentukan harga gas ada beberapa cara, ada yang konstan dan ada pula yang fluktuatif menggunakan formula tertentu sesuai fluktuasi harga crude oil.

Tanya – Johanes Anton Witono

Rekan-rekan,

Mohon pencerahannya tentang yang namanya harga/price dari Crude Oil dan Gas. Mungkin sebelumnya sudah pernah dibahas tapi akhir2 ini punya rasa ingin tahu yang besar, jadi mudah2an tidak keberatan memberi pencerahannya.

1. Mengapa harga crude oil cenderung fluktuatif (bahkan setiap bulannya), sementara harga gas cenderung konstan?
faktor apa saja yang mempengaruhi keduanya?

2. Di INdonesia, ada beberapa jenis crude oil yang dihasilkan dan digunakan sebagai acuan untuk harga minyak mentah dalam negeri. Apakah harga gas juga demikian, maksudnya berbeda-beda untuk setiap jenis sumur?

3. Bagaimana cara menghitung harga gas, baik wellhead price maupun setelah dialirkan/transmisi? Saya ingin tahu mengapa harga gas di Indonesia begitu tinggi, padahal jumlah cadangannnya besar, dan demandnya juga tinggi.
Bandingkan dengan negara lain.

4. Berapa tarif transmisi/distribusi gas saat ini?
Variabel apa saja yang digunakan dalam menentukan tarif transmisi/distribusi?

5. Terima kasih banyak sebelumnya.

Tanggapan 1 – M Zaki Zulqornain

Koreksi kalo saya salah….

Harga gas dihitung per MMBTU sehingga komposisi gas seperti apapun tidak diperhatikan secara langsung (komposisi gas akan menentukan berapa nilai kalor gas tsb, selanjutnya menentukan harga gas), sementara harga minyak dilihat per barrel, sehingga komposisi minyak menjadi penting, dan akibatnya minyak mentah memiliki harga yg bervariasi tergantung dari komposisinya.

Harga gas cenderung konstan karena sumur gas hanya dapat diekploitasi jika sudah ada pembeli (ga mungkin buat storage tank utk gas di permukaan, biarkan saja reservoir di bawah sana menjadi storage-nya). Kalau kita mengebor sumur2 eksplorasi dan menemukan gas, maka langkah selanjutnya melakukan kalkulasi cadangan gas yg tersimpan di bawah, lalu mencari buyer dan menegosiasikan harga gas yg dapat diterima kedua pihak (memenuhi skala ekonomis oil company utk mengembangkan lapangan dan memenuhi skala ekonomis buyer, misal sbg feed utk petrokimia, atau utk bahan bakar power plant, dsb). Jadi harga gas tidak fluktuatif selama masa kontrak karena sudah dihitung di depan. Variasi harga gas terjadi utk setiap transaksi yg berbeda menjadi berbeda karena disesuaikan dg skala ekonomis masing2 producer-buyer.

Sementara kalau kita mengebor sumur2 eksplorasi dan menemukan minyak, kita bisa meneruskan ke program eksploitasi, karena minyak mentah yg dihasilkan bisa disimpan dan split antara oil company dan BPMIGAS adalah dalam bentuk produk, sementara split utk gas adalah dalam bentuk uang. Karena minyak bisa disimpan, dan pembeli selalu ada, maka harga minyak akan ditentukan oleh faktor supply & demand.

Sisa pertanyaan lain yg belum terjawab karena saya sendiri ga tahu 🙂

Tanggapan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi selengkapnya :

Share This