Select Page

Untuk memudahkan mengingat PCV input ke Control Valve (selanjutnya, di sebut CV) adalah output pressure transmitternya(line terkait) , LCV input ke CV adalah kondisi level/level transmitter (tanki, drum dll), kemudian untuk FCV input ke CV adalah output dari flow transmitter.

Tanya – Sumardhani, M [FDT]

Mohon bantuannya,

Cara kerja dari PCV, LCV, FCV.
Klo bisa dengan gambar dan cara kerjanya.

Tanggapan 1 – Suryanto

Sumardhani,

Untuk memudahkan mengingat PCV input ke Control Valve (selanjutnya, di sebut CV) adalah output pressure transmitternya(line terkait) , LCV input ke CV adalah kondisi level/level transmitter (tanki, drum dll), kemudian untuk FCV input ke CV adalah output dari flow transmitter.
untuk detailnya silahkan silahkan buka dokumen SIVA engineering, atau API, atau tanya bapak Wimbo (dikantor teladan/Chevron duri) atau tanya Bpk. Encep dgn email encep.permana@tf-fm.com. Kedua Bapak itu semua di Chevron complex (Duri)

Terima kasih.

Tanggapan 2 – Cahyo Hardi

Pak Sumardani,

Penjelasan tentang yang bapak tanyakan sebenarnya banyak tersedia di mana-mana. Saya cuma mo’ nambahin dikit aja.

PCV itu, P nya adalah pressure, jadi dia ngontrol tekanan atau pressure, baik itu di upstream control valve tsb ataupun di downstreamnya, tergantung tujuan proses.

Begitu pula dengan LCV, L adalah aras atau level cairan. Do’i bisa diletakkan di upstream atau downstream suatu unit operasi. Bisa juga, level control di sini hanyalah non-direct control karena ada kasus yang sejatinya di kontrol adalah volume cairan per satuan waktu yang masuk ke suatu unit operasi, misalnya LCV yang diletakkan di upstream slug catcher guna ‘memotong’ slug yang akan masuk separator tsb.

FCV, juga demikian, dengan F-nya adalah flow.

Membedakan di lapangan antara PCV dan FCV adalah jelas. Jikalau FCV, pasti di sekitarnya ada flow meter, karena flow adalah inputan terhadap FCV ini.

Setahu saya, ada rule of thumb yang mengatakan, tidak mungkin diletakkan dua CV pada suatu line yang sama, karena akan hunting each other. Kecuali jika memang sudah dihitung volume pipanya sedemikian rupa shg berfungsi sebagai kapasitor atau peredam gejolak proses. Contohnya mungkin seperti sistem pengedalian flow-pressure di fuel gas system gas turbine suatu kompressor.

Gaya penggerak suatu control valve adalah pressure drop accross the valve, apapun jenisnya. Jika tidak ada pressure drop, pastinya fluida tidak akan mengalir. Semakin tinggi beda tekanan antar inlet dan outlet CV, maka bukaan CV akan mengecil. Di LCV, perbedaan tekanan ini diwakili oleh tekanan di separator plus static head kenaikan cairan thp tekanan di downstream CV tsb. Di FCV dan PCV, harusnya self explanatory dgn meng-analogikannya.

Di lapangan, jika laju fluida dinaikkan dan kedapatan cv-nya sudah mangap 100%, maka dgn memanfaatkan prinsip pressure drop accross the CV, dengan menaikkan tekanan upstream, ada kemungkinan bukaan CV-nya jadi mengecil karena dP accrossnya bertambah.

By-pass suatu CV biasanya mempunyai CV maksimum sama dgn CV-itu sendiri karena alasan overpressure protection di sistem di downstream CV tsb.

Rupa2 CV dalam hal modus kegagalan juga bervariasi. Ada yang fail close, fail open atau fail at last position. Semuanya ditentukan oleh filosofi keselamatan proses.

Ada yang menggunakan reduce port mengingat kemungkinan kenaikan laju beban di masa mendatang (tanpa harus mengganti CV-nya) dan ada pula yang full port. Sbg contoh untuk pipa yang normalnya akan di pigging, jika dipasang CV, maka portnya kudu yang full sebab jika tidak bisa nyumbat pig-nya nanti.

Jenis2 cage nya pun beragam, ada yang globe biasa, multiple port atau yang bertipe tidak berisik , seperti whisper , yg umum ditemukan untuk FCVdi anti-surge system kompresor sentrifugal.

Ada banyak lagi istilah untuk CV, seperti linear, quick opening type, dsb.

Salah satu buku yang handy adalah karya Pak Frans Gunterus, alumni ARCO yang mengarang buku falsafah dasar sistem pengendalian proses. Buku bagus ini layak dibaca oleh engineer, tetapi terutama untuk para pekerja lapangan/front line operation. Di dalam buku ini, banyak contoh2 sistem pengendalian proses yang membumi, dgn memasukkan metode pengendalian (feed forward, feedback ataupun inferential control), efek PID mode serta istilah2 seperti cascade, split control, dsb. Dan indahnya buku ini adalah, tidak terlalu banyak ilmu matematikanya, meskipun belajar pengendalian proses berarti harus tahu dikit persamaan differential ataupun integral, fungsi transfer, interaksi antar unit proses. Lain2-nya seperti Bode, nqyuist&%$#, atau criteria kestabilan Routh Hourwt%^@&?? bisa dilupakan jika anda adalah penganut metode Pak Shinskey.

Maaf jika kebanyakan ngelanturnya.

Tanggapan 3 – Nugroho Wibisono

Pak Sumardani,

Jika ingin mengulik2 lebih detil tentang control valve-nya, silahkan dilihat-lihat di:
http://www.maintenanceresources.com/ReferenceLibrary/ControlValves/CashcoControlPg1.htm

Apa yang ditulis di website diatas sebaiknya jangan ditelan mentah-mentah dan memang kurang komprehensif. Anyway, banyak buku2 referensi bagus2 yang bisa anda dapatkan (setahu saya buku Frans Gunterus sudah tidak ada dipasaran, coba cek Gramedia Matraman – Jakarta, biasanya disana sangat lengkap) mengenai control valve seperti buku dari Bela G. Liptak (Instrument Engineers’ Handbook) atau Baumann (Control Valve Primer).

Meskipun tingkat kenyambungannya sedikit, bisa juga men-download tulisan saya (hehehe, kok jadi promosi diri sendiri nih) di:

http://migas-indonesia.net/download

Masuk ke folder Jurnal KMI Volume II 2006, cari artikel yg berjudul ’05 – Pressure Reducer vs Backpressure Regulator’. Ini lebih membahas masalah pengendalian tekanan secara keseluruhan, bukan fokus ke PCV-nya.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Wah Mas Weby hebat euy, bacaannya banyak… ckk ckk ckk.. Control Primer adalah buku kesukaan saya juga lho Mas Weby…

Oh iya, Bela Liptak banyak nulis di majalah majalah seperti Control Magazine, Control Engineering, dan bahkan di Chemical Engineering.

Dibanding membaca buku, saya pribadi lebih memilih membaca artikel di jurnal/majalah karena lebih ces pleng, dan sudah merupakan saripati beberapa buku.

Selamat Belajar

Share This